Lobi Pemerintah, Lapindo Tawarkan Cara Baru Bayar Sisa Utang

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 13 Jun 2020 09:00 WIB
Lumpur Lapindo
Lumpur Lapindo/Foto: (Jasmine Pitaloka/d'Traveler)
Jakarta -

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mengumumkan kabar terkini dari masalah utang PT Minarak Lapindo Jaya kepada pemerintah. Lapindo siap membayar kewajibannya.

Dirjen Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwata mengatakan pihak Minarak Lapindo Jaya akan membayarkan utangnya dengan aset yang dimiliki.

"Mereka tawarkan untuk menggantinya atau membayarnya dengan aset. Jadi lapindo sudah berkirim surat resmi, mereka minta untuk tukar aset saja, asetnya ada di wilayah terdampak itu maupun kalau dianggap kurang dari tempat lain," kata Isa dalam video conference, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Isa mengaku masih belum mengetahui nilai aset yang akan dijadikan modal pelunasan utang pihak Lapindo. Pasalnya, pemerintah juga belum bisa menghitung kembali aset yang dijadikan jaminan tersebut lantaran COVID-19.


Meski demikian, Isa berharap pihak Lapindo dapat melunasi utangnya dengan membayar secara tunai.

"Tapi mereka punya itikad baik untuk bayar dalam bentuk lain. Ini juga tetap harus direspon. Karena itu sebetulnya, proses untuk menilai aset yang mereka usulkan untuk jadi pengganti itu, sedang disiapkan," ungkapnya.

Perlu diketahui, utang pihak Lapindo kepada pemerintah sudah jatuh tempo sejak 10 Juli 2019. Tercatat, pihak Lapindo baru membayar utang dana talangan pemerintah sebesar Rp 5 miliar dari total Rp 773,382 miliar.



Simak Video "Sensasi Pedas Ceker Lapindo"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)