Gara-gara Corona, Bos MRT Ragu Jumlah Penumpang Jadi 100%

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 19 Jun 2020 23:00 WIB
Jadwal operasional MRT dipersingkat untuk mencegah penyebaran virus corona. Pagi ini, terjadi antrian panjang di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta, Senin (16/3).
MRT Jakarta/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Manajemen PT MRT Jakarta ragu jumlah penumpang bisa mencapai 100%. Sebab, ada pembatasan fisik atau physical disntancing.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan, saat terjadi Corona, jumlah penumpang MRT hanya 3%. Jumlah itu kemudian meningkat menjadi 18% saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"MRT jadi 3%, bisa dibayangkan tiga bulan pertama Maret, April, Juni dan begitu PSBB transisi diterapkan kita naik. Sekarang kita sudah ada 17-18%," kata William dalam acara Markplus Industry Roundtable, Jumat (19/6/2020).

Dia berharap, jumlah penumpang akan meningkat 30% bulan depan. Menurutnya, maksimal penumpang MRT hanya akan 60%.

"Which is we are hoping bulan depan masuk 30% tetapi kita nggak akan mungkin dapat 100% karena dengan social distancing entah sampai kapan, mungkin hanya maksimum 60%," ujarnya.

"COVID pandemi membawa fenomena baru, karena kita tidak bisa lagi menerus mobility karena orang WFH bagaimana mendorong physical mobility," tambahnya.

Oleh sebab itu ia mengarahkan MRT Jakarta yang tadinya hanya bergerak di transportasi menjadi pembangunan yang berorientasi digital.

"Kenapa sekarang masuk aspek ticketing digital, dalam waktu singkat kita integrasikan seluruh tiket, harapan Jakarta dan seluruh Indonesia untuk menggunakan satu kartu. Kemudian kita mengajak komunitas startup," ujarnya.



Simak Video "Akibat Corona, Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni Molor"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)