3 Fakta Utang Pemerintah ke BUMN Karya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 02 Jul 2020 07:35 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah memiliki utang kepada BUMN Karya. BUMN Karya itu di antaranya PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Besaran utang berbeda-beda. Sebab, pemerintah juga bertahap membayar utang-utang tersebut. Berikut fakta-faktanya:

1. Total utang

Manajemen PT Hutama Karya (Persero) mengungkapkan dana talangan perusahaan yang belum dibayar pemerintah sebesar Rp 1,88 triliun. Demikian disampaikan Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto dalam rapat dengan Komisi VI, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

"Hutama Karya sampai saat ini masih ada sisa belum terbayar Rp 1,88 triliun," katanya.

Sementara, utang pemerintah ke Wijaya Karya masih tersisa Rp 59,9 miliar.

"Sampai dengan Juni kita masih terdapat kekurangan pengembalian dana Rp 59,9 miliar kalau dibanding Hutama dan Waskita kami paling kecil," kata Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito.

Lalu, untuk Waskita Karya khusus untuk pengadaan lahan tol sebesar Rp 3,71 triliun.

"Outstanding dana talangan jalan tol Rp 3,71 triliun di mana kepemilikan Waskita ada mayoritas BUJT Rp 2,76 triliun dan minoritas Rp 0,95 triliun," ujar Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "7 Utang Pemerintah ke BUMN, Totalnya Capai Rp 108,48 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]