Waskita Sudah Garap 1.300 Km Jalan Tol di Indonesia

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2020 19:30 WIB
Pemerintah terus mempercepat penyelesaian pembangunan proyek tol Bekasi-Cawang dan Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 2A.
Tampak geliat para pekerja terlihat saat menyelesaikan pembangunan proyek jalan tol Becakayu Seksi 2A, di kawasan Kalimalang Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22/09/2019).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah menyelesaikan pembangunan jalan tol lebih dari 1.300 kilometer (km) di seluruh Indonesia. Pembangunan dimulai sejak 2014 hingga saat ini.

Presiden Direktur Waskita Karya, Destiawan Soewardjono mengatakan perusahaan yang dipimpinnya memulai pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang dan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu.

"Waskita hingga kini terus berperan aktif dalam peningkatan konektivitas jalan tol nasional, baik sebagai investor atau kontraktor. Waskita telah dipercaya untuk menyelesaikan sekitar 1.300 km jalan tol di seluruh Indonesia," kata Destiawan dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Destiawan mengatakan pembangunan jalan tol dikerjakan oleh PT Waskita Toll Road (WTR) yang merupakan anak usaha. Pembangunan dimulai pada 2014 sampai 2019, pada periode itu tercatat perusahaan berkode saham WSKT sudah investasi pada 18 ruas jalan tol dengan panjang kurang lebih 1.013 km. Nilai investasinya menelan lebih dari Rp 150 triliun.

Ruas-ruas tol tersebut berada di Pulau Jawa dan Sumatera. Di akhir tahun 2019 terdapat 6 ruas yang telah beroperasi penuh seperti Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang yang merupakan bagian dari jaringan tol Trans Jawa.

Selain itu terdapat 4 ruas tol yang telah beroperasi secara parsial diantaranya Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, ruas Depok-Antasari, dan Bogor-Ciawi-Sukabumi.

WTR juga tengah menyelesaikan beberapa ruas yang berlokasi di wilayah Jabodetabek seperti 3 ruas yang termasuk bagian dari Jakarta Outer Ring Road II (JORR II) yaitu ruas Cimanggis-Cibitung, Cibitung-Tanjung Priok, dan Cinere-Serpong.

Di Pulau Sumatera, WTR memegang konsesi untuk 3 ruas tol yaitu ruas Medan-Kualanamu -Tebing Tinggi yang kini telah beroperasi penuh, ruas Kayu Agung-Palembang-Betung, dan ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat.

Guna mendukung ekspansi bisnis dan percepatan pembangunan infrastruktur, Waskita aktif mengundang investor lokal maupun asing untuk berpartisipasi dalam pengembangan jalan tol.

"Tahun lalu kami telah berhasil mendapatkan investor strategis untuk 2 konsesi jalan tol yaitu Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono dengan nilai transaksi mencapai hampir Rp 2,5 triliun," ujarnya.

Wakita, dikatakan Destiawan juga dipercaya menyelesaikan pembangunan pada ruas Jakarta-Cikampek II elevated, ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung yang membentang sepanjang 185 km, ruas Jakarta-Cikampek Selatan paket III, ruas Salatiga-Kartasura, dan ruas Kunciran-Parigi.

Tidak hanya itu, pembangunan jalan tol juga dilakukan di Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Waskita menjadi kontraktor untuk ruas tol Balikpapan-Samarinda dan ruas Manado-Bitung.



Simak Video "Waskita Karya Bangun Ruang Rawat Isolasi RSUP Fatmawati"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)