8 Kelebihan Menara ATC Bandara Kulon Progo dibanding Adi Sutjipto

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Jumat, 28 Agu 2020 15:56 WIB
Menara ATC Bandara Kulon Progo/Dok Airnav
Foto: Menara ATC Bandara Kulon Progo/Dok Airnav
Jakarta -

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) alias Bandara Kulon Progo baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo. Salah satu keunggulan bandara ini adalah pada tower air traffic controller (ATC).

Direktur Utama AirNav Indonesia Pramintohadi selaku operator navigasi penerbangan bandara ini menyampaikan menara ATC Bandara Kulon Progo memiliki 8 keunggulan dibandingkan dengan menara yang sama pada bandara Adi Sutjipto.

Keunggulan yang pertama adalah menara ATC di bandara baru ini memilki tinggi 39,5 meter, lebih tinggi dibanding tower yang sama pada bandara Adi Sutjipto yang setinggi 25 meter.

"Ketinggian ini membuat pandangan ATC lebih luas dan mampu memantau seluruh pergerakan area bandara," kata Pramintohadi dalam keterangannya, Jumat (28/8/2020).

Kedua, menara ATC di bandara Kulon Progo dibangun dalam waktu yang cepat. Waktu konstruksinya cuma 7,5 bulan saja mulai dari bulan Januari hingga Agustus 2019.

Keunggulan yang ketiga, tower ini dibangun tahan gempa hingga 8,8 magnitudo. Lalu yang keempat, menara ATC ini bisa juga tahan apabila terkena tsunami.

"Hal itu dikarenakan seluruh peralatan navigasi ditempatkan pada ketinggian 15 mdpl, sebab gelombang tsunami berada pada rentang 8 - 12,8 m," jelas Pramintohadi.

Kemudian keunggulan yang kelima adalah menara ATC di Kulon Progo telah dilengkapi dengan fasilitas peralatan navigasi penerbangan yang modern. Dilengkapi dengan tower set, radar monitoring, radio VHF, telephone direct speech, dan Automatic Terminal Information Service (ATIS).

Fasilitas gedung operasionalnya juga dilengkapi dengan radar control display, radio VHF, telephone direct speech dan Automated Weather Observing System (AWOS) bekerja sama dengan BMKG.

Keunggulan berikutnya, menara ATC di Kulon Progo mampu memandu layanan navigasi pesawat berbasis satelit. "Keenam, kami juga melayani pendaratan pesawat berbasis satelit, yang biasa disebut Performance Based Navigation (PBN)," terangnya.

Selanjutnya, keunggulan ketujuh adalah pada kapasitas runway, di bandara Kulon Progo bisa melayani 28 pergerakan per jam, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bandara Adi Sutjipto yang hanya mampu melayani sebanyak 17 pergerakan pesawat per jam.

Keunggulan yang terakhir, adalah alur penerbangan (flow traffic) di bandara ini lebih lancar dibandingkan Bandara Adi Sutjipto, sehingga jadwal penerbangan lebih teratur.

Pramintohadi menyampaikan, dengan adanya bandara Kulon Progo wilayah ruang udara Yogyakarta saat ini memiliki dua bandar udara aktif, sehingga meningkatkan kapasitas penerbangan di wilayah tersebut.

"AirNav Indonesia, telah menyiapkan skema operasional layanan navigasi penerbangan untuk kedua bandar udara tersebut, sebab AirNav mengoperasikan layanan navigasi penerbangan di kedua bandara tersebut secara bersama-sama," ujar Pramintohadi.



Simak Video "Jokowi Pastikan Bandara Kulon Progo Beroperasi Penuh saat Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)