ADVERTISEMENT

Telan Rp 100 T, 9 Tol Baru Ini Bakal Dibangun di RI

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 20:15 WIB
PT Jasa Marga (Persero) mengaku kesulitan dalam mengebut proyek jalan tol yang sedang digarap imbas pandemi Corona. Salah satunya proyek Tol Serpong-Cinere.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah terus menggenjot pembangunan jalan tol di Indonesia. Setidaknya ada 9 ruas tol baru yang sedang dalam proses dan mulai dibangun konstruksinya akhir tahun ini.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan dana investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan 9 ruas tol tersebut kurang lebih Rp 100 triliun.

"Saya kira itu sih ada 9 ruas baru. Ini kan ada yang sudah tender selesai berarti kita tahu estimate biaya investasinya, tapi ruas tol lain yang masih belum optimal itu sifatnya masih estimate. Tapi total estimate kira-kira Rp 100 triliun," kata Danang dalam wawancara khusus bersama detikcom, Jumat (18/9/2020).

Sumber dana untuk pembangunan jalan tol dilakukan dengan melakukan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Skema itu memungkinkan badan usaha berinvestasi, ada yang secara penuh dan ada pula yang diberi dukungan pembiayaannya oleh pemerintah dalam bentuk viability gap fund (VGF).

"Jadi kalau kita lihat dari 9 ini yang lead konsorsiumnya BUMN hanya 2. Saya kira ini sangat sejalan dengan semangat Pak Presiden untuk mendorong investasi tidak hanya di BUMN, tapi juga oleh swasta dan mereka di dalam menggerakkan bisnisnya tidak hanya menggerakkan modal dalam negeri tetapi juga investasi luar negeri, foreign investment itu juga masuk dalam proyek-proyek tol," ucapnya.

Berikut 9 ruas tol yang akan mulai dibangun:

1. Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo 96,57 km

2. Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) 60,1 km

3. Kertajati-Cipali 3,6 km

4. North-South Link Bandung 14,2 km

5. Harbour Road Tanjung Priok-Pluit 8,9 km

6. Jogja-Bawen 75,83 km

7. Gilimanuk-Mengwi 95,22 km

8. Kediri-Kertosono 20,3 km

9. Akses Tol Pelabuhan Patimban 37,7 km

4.700 Km Tol Ditarget Operasi 2024

Danang menjelaskan saat ini tol yang sudah beroperasi di Indonesia sepanjang 2.200 km. Sampai akhir 2024, pemerintah menargetkan sekitar 4.700 km tol beroperasi.

"Kita akan menargetkan untuk memenuhi kewajiban kita di 2024 dengan 2.500 km jalan tol baru, jadi perkiraan kita 4.700 km di akhir 2024. Memang ini karena ada beberapa ruas baru tambahan yang sifatnya prakarsa, kalau Bina Marga memperkirakan pada akhir 2024 itu jumlah panjangnya 4.800 km, sedangkan estimasi kita 4.700 km. Jadi sebenarnya mirip dan itu mengakomodasi dinamika kalau ada perubahan-perubahan jumlah dan panjang investasi yang akan dilakukan," ucapnya.

Meski begitu, jumlah panjang tersebut dinilai masih tetap kalah jauh dibanding China dan Malaysia. Namun kedua negara itu disebut tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia karena letak geografisnya yang berbeda.

"Ya secara panjang kita dibandingkan China itu masih cukup jauh. Kalau kita kan 2.200 km yang sudah beroperasi, mereka sudah 50x lebih terutama di China untuk jalan tol. Sebenarnya kalau dibandingkan dengan China itu sangat berbeda karena mereka rata-rata semua daratan, sedangkan kita itu pulau-pulau sehingga komparasi dengan China maupun Malaysia kurang cocok menurut saya," tuturnya.



Simak Video "Asosiasi Jalan Tol Pastikan Tak Ada Jalan Berlubang Saat Mudik Lebaran!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT