Rencana Brantas Abipraya Percantik Labuan Bajo Jadi Waterfront City

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 13:10 WIB
Waterfront City
Foto: Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) akan memulai pekerjaan Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Kawasan Pantai Marina Bukit Pramuka, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Nantinya, lokasi ini digadang akan menyokong Labuan Bajo menjadi kota tepian air atau waterfront city berkelas dunia.

Senior Project Manager PT Brantas Abipraya, Syafriandy mengatakan pengerjaan tersebut akan dimulai tanggal 29 September dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021 dengan total pelaksanaan pengerjaan selama 15 bulan.

"Tentunya dalam penyelesaiannya kami akan terfokus pada mutu, kualitas dan tak luput utamakan kesehatan dan keselamatan para pekerja proyek," tutur Syafriandy dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2020).

Mendukung penataan waterfront city di Labuan Bajo, Brantas Abipraya fokus pada pengerjaan Zona 3 dan Zona 5. Pengerjaan pada Zona 3 meliputi pembangunan terminal penumpang, pusat informasi wisata, kantor dan ruang tunggu.

Keseruan suasana di zona ini juga nantinya akan semakin menyenangkan bila sudah rampung. Hal ini dikarenakan Brantas Abipraya juga akan membangun amphitheater atau gelanggang terbuka, sehingga nantinya di sini para wisatawan dapat menikmati berbagai hiburan dan pagelaran.

Tak hanya itu, keelokannya pun dipersiapkan dengan membangun patung. Ditambah lagi, pada Zona 5, Brantas Abipraya akan mempersiapkan lokasi untuk kios-kios untuk menjamin kenyamanan pengunjung saat berada di sini, pasalnya mereka dapat berwisata kuliner.

Waterfront CityWaterfront City Foto: Brantas Abipraya

Tak hanya penataan kawasan pinggir pantai, perusahaan konstruksi berplat merah ini juga akan membangun Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Labuan Bajo.

"Kami sangat serius dalam mengorong program pengembangan Labuan Bajo menjadi destinasi wisata premium, ini adalah bukti nyata eksistensi Brantas Abipraya sebagai agen pembangunan yang selalu utamakan karya konstruksi terbaiknya untuk negeri. Sehingga Labuan Bajo akan semakin ramai didatangi oleh baik wisatawan lokal maupun mancanegara," pungkas Syafriandy.

Menambah kesempurnaan penggarapannya, pada proyek ini pun Brantas Abipraya dituntut untuk mengunggulkan artistiknya. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Dalam kunjungannya ke Labuan Bajo pada Agustus lalu beliau mengatakan kecantikan yang sedang dibangun harus dijaga, karena harapannya daerah wisata ini menjadi waterfront terbaik di dunia, menjadi kelas dunia.

(ega/hns)