Cegah Banjir, PUPR Siap Kebut Pemulihan Danau Tondano di Sulut

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 29 Sep 2020 13:46 WIB
Danau Tondano Sulawesi Utara
Danau TondanoFoto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Minahasa -

Keadaan Danau Tondano di Sulawesi Utara yang kritis membuat pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) fokus merevitalisasi danau seluas 4.616 hektare tersebut. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun siap kebut revitalisasi danau yang jadi prioritas nasional ini.

"Danau adalah tampungan air alami yang harus dijaga dengan baik. Untuk itu dalam program kerja PUPR bidang Sumber Daya Air (SDA) di Provinsi Sulawesi Utara akan difokuskan untuk revitalisasi Danau Tondano agar menjadi prioritas," ujat Basuki saat meninjau Danau Tondano di Kabupaten Minahasa, Selasa (29/9/2020).

Basuki menilai revitalisasi danau itu perlu dilakukan untuk mengembalikan fungsi alami danau sebagai tampungan air melalui pengerukan, pembersihan gulma air/eceng gondok, pembuatan tanggul, termasuk penataan di kawasan daerah aliran sungai. Hal ini juga untuk mencegah terjadinya Banjir yang sering dialami warga sekitar.

"Oleh karena itu, kami akan tambah alat harvester untuk membersihkan eceng gondok seperti yang sudah dilakukan di Danau Rawa Pening, Semarang Jawa Tengah," imbuhnya.

Lebih lanjut, Basuki menuturkan ke depan pekerjaan prioritas utama yang harus diselesaikan dalam waktu dekat selain pengerukan eceng gondok yakni pembangunan tanggul pembatas badan air danau sepanjang 18 km. Ia menargetkan hal itu bisa selesai kurang lebih tiga tahun.

Danau Tondano Sulawesi UtaraMenteri PUPR mengunjungi Danau Tondano di Sulawesi Utara Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom

"Ditargetkan untuk pembangunan tanggul seluruhnya dapat selesai dalam waktu tiga tahun ke depan, atau paling lambat tahun 2024. Kebutuhan anggarannya sekitar Rp 1 triliun," tuturnya.

Diketahui, sebelumnya Kementerian PUPR telah menyelesaikan revitalisasi Sungai Tondano yang menjadi sumber air Danau Tondano. Biaya pengerjaannya sebesar Rp 108,6 miliar dengan masa pelaksanaan tahun 2016-2018. Pada tahun 2019 pelaksanaan revitalisasi dianggarkan sebesar Rp 10 miliar di antaranya untuk pembangunan tanggul pembatas badan air danau sepanjang sekitar 108 meter.

Kemudian pada tahun 2020, pekerjaan revitalisasi dilanjutkan untuk pembangunan tanggul sepanjang 270 meter. Pembangunan tanggul ini bertujuan mencegah terjadinya alih fungsi dan okupasi lahan di kawasan tepi danau. Sejak tahun 2014 hingga tahun 2019 sudah terbangun tanggul sepanjang sekitar 3 km.

Selain pembangunan tanggul, juga dilaksanakan penataan sempadan, pembangunan cekdam sedimen hulu inlet, dan pembangunan drainase lokasi prioritas.

"Termasuk di bidang Cipta Karya akan dilakukan penataan kawasan, agar tidak timbul kawasan di sekitar danau dan dapat menjadi alternatif kawasan wisata selain KSPN Likupang," pungkas Basuki.



Simak Video "Menteri Basuki Hibur Tamu di ITB di Sela Pemberian Doktor Kehormatan"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)