Ada Tol Manado-Bitung, Harga Barang Bisa Lebih Murah?

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 09 Okt 2020 18:50 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau proyek Tol Manado-Bitung sepanjang 39 Km dalam kunjungan kerja, Jumat (5/7/2019). Seperti apa penampakannya?
Foto: Ray Jordan
Jakarta -

Wamendag Jerry Sambuaga meninjau Tol Manado-Bitung Jumat 2 Oktober 2020 lalu. Wamendag didampingi Kadisperindag Provinsi Sulut Edwin Kindangen dan disambut oleh Direktur Tol Manado-Bitung George Manurung.

Dalam kesempatan itu, Wamendag berterima kasih kepada Presiden dan Para Menteri terkait pembangunan Tol. Jerry mengatakan bahwa tol pertama di Sulut itu sudah lama dinantikan masyarakat.

"Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Presiden Jokowi juga menteri terkait yang telah mewujudkan tol ini. Tentu tidak lupa kepada Gubernur dan Pemkot-Pemkab di Sulut." ujarnya di sela-sela kunjungan.

Kehadiran tol bukan hanya dimaknai sebagai tanda kemajuan tetapi juga karena dampak positifnya. Dilihat dari sisi kemajuan, tol menandakan kebutuhan lalu lintas yang semakin modern dan nyaman. Sedangkan dari sisi yang esensial, tol tentu akan memperlancar arus lalu lintas dan menggerakkan perdagangan dan ekonomi. Dengan adanya tol, potensi ekonomi Sulut bisa terus digenjot lagi.

"Manfaat tol sangat besar. Dalam perspektif perdagangan, arus distribusi akan lebih lancar sehingga harga-harga akan lebih murah. Juga dampaknya pada arus supply chain produksi. Bahan mentah dan bahan baku untuk berbagai industri, pertanian dan lain-lain akan lebih murah sehingga produk daerah juga akan meningkat daya saingnya." Ujar Wamen asli Sulut itu.

Lebih lanjut, Jerry mengharapkan dua hal. Pertama, ia ingin agar masyarakat, khususnya dunia usaha memanfaatkan kehadiran tol itu dengan seoptimal mungkin. Tol tidak boleh hanya memacu konsumsi masyarakat, sebaliknya harus bisa memacu produktifitas warga.

Artinya, kehadiran tol bukan hanya menjadi sarana distribusi produk dari luar daerah tetapi juga bisa meningkatkan produk-produk asli Sulut yang bisa diperdagangkan ke luar Daerah hingga keluar negeri. Wamen millenial itu yakin banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Kedua, wamendag Jerry Sambuaga mengharapkan kolaborasi yang makin intensif antara pemerintah Daerah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara dengan Pemerintah Pusat untuk bisa memanfaatkan kehadiran tol tersebut.

Kementerian Perdagangan sendiri, menurut Jerry punya banyak program kerja untuk memfasilitasi industri di daerah agat bisa tumbuh dan bersaing.

Jerry mengatakan bahwa ada banyak program kerja Kemendag untuk desain produk, fasilitasi perdagangan hingga program akselerasi ekspor. Kolaborasi yang baik akan memunculkan usahawan dan perusahaan baru di Sulut yang bisa bersaing di level nasional bahkan internasional.

"Sulut sudah pasti banyak potensi. Dan potensi itu sekarang difasilitasi dengan berbagai infrastruktur yang dibangun pada masa kepeminpinan Presiden Jokowi. Sekarang tinggal bagaimana kita fasilitasi dalam produksi dan perdagangan. saya yakin Sulut bisa. ini saatnya usahawan dan industri Sulut berbicara di level nasional atau bahkan internasional." tambah Wamendag.

Yang dimaksud Wamendag mengenai daya saing bukan hanya di sektor primer, tetapi harus bisa bersaing di sektor pengolahan dan sektor lain yang memakai Teknologi. Menurutnya, di sektor pertanian, perkebunan dan kelautan juga harus mulai berpikir untuk berproduksi dalam skala industri. Ini hanya bisa dilakukan jika memanfaatkan teknologi dengan tenaga kerja berketerampilan tinggi.

"Kebetulan tadi pagi saya juga melakukan sosialisasi pembayaran digital untuk pasar tradisional. Ini semangatnya sebenarnya sama yaitu bahwa masyarakat Sulut harus didorong untuk bertransformasi dengan melakukan kegiatan ekonomi yang berbasis Teknologi. saya berharap adanya tol ini juga mendorong transformasi itu," pungkasnya.

(zlf/dna)