Batal Digarap Korea, Proyek Rel Kereta di Bengkulu Dibidik BUMD

Hery Supandi - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2020 18:15 WIB
Untuk memberi kenyamanan, sejumlah petugas melakukan perawatan dengan memperbaiki jalur perlintasan kereta api di kawasan Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (30/9/2020).
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Bengkulu -

Rencana pembangunan rel kereta sepanjang 168 kilometer di Bengkulu batal dibangun PT Pasifik Global Investment asal Korea Selatan. Asisten ll Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani mengatakan, sebelumnya nota kesepahaman antara Pasifik Global Investment dan PT Trans Rentang Nusantara selaku pemegang kontrak pembangunan rel kereta tersebut diteken pada awal Februari 2020 dan disaksikan langsung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

"Namun di tengah perjalanan terjadi pembatalan, lantaran perusahaan asal Korsel itu tidak menindaklanjuti nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama," kata Yuliswani, Jumat (16/10/2020).

Kendati perusahaan asal Korsel batal menggarap proyek itu, Yuliswani memastikan pembangunan infrastruktur moda transportasi kereta api itu tetap dilanjutkan.

"Meski batal dibangun investor asal Korea Selatan, upaya pembangunan rel kereta api yang akan menghubungkan Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu ke stasiun Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong itu sedang dijajaki oleh BUMD kita yakni Perusahaan Daerah (PD) Bimex," ungkapnya.

Menurut Yuliswani, saat ini PD Bimex telah selesai melakukan nota kesepahaman dengan pihak PT. Trans Rentang Nusantara (TRN) selaku pemegang kontrak.

Kemudian PD Bimex selaku BUMD akan melakukan kerjasama dengan PT. Pos Grup dalam realisasi pembangunan sebagai pihak ketiga pembangunan Rel Kereta Api Pulau Baai - Rejang Lebong itu.

"Kita sambut baik wacana PT. Pos Group yang ingin bekerja sama dengan BUMD PD Bimex dan berharap sinergi antara BUMD dan PT. Pos Group dalam realisasi pembangunan rel kereta api itu," tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan rel kereta api dari pelabuhan Pulau - Kabupaten Rejang Lebong akan dibarengi dengan pembangunan lima stasiun penumpang yaitu stasiun di Kota Padang-Rejang Lebong, stasiun di Kepala Curup-Rejang Lebong, stasiun di Kabupaten Kepahiang, stasiun Talang Empat-Bengkulu Tengah dan stasiun Betungan-Kota Bengkulu.

(hns/hns)