Asyik! Skybridge CSW Bakal Beroperasi 1 Mei 2021

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 28 Okt 2020 12:11 WIB
Desain integrasi Stasiun MRT ASEAN-Halte TransJ CSW (Dok. Pemprov DKI)
Foto: Desain integrasi Stasiun MRT ASEAN-Halte TransJ CSW (Dok. Pemprov DKI)
Jakarta -

Pembangunan proyek jembatan layang atau skybridge untuk integrasi halte TransJakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) dengan Stasiun MRT ASEAN dikebut. Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, halte dengan desain bernama Cakra Selaras Wahana itu akan beroperasi pada 1 Mei 2021 mendatang.

Pada 1 Mei 2021 mendatang itu, pihaknya menargetkan sudah dilaksanakan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO). Untuk saat ini, progres konstruksinya pun sudah mencapai 53%.

"Sekarang sedang berjalan. Insyaallah 1 Mei 2021 selesai. Sudah 5 tingkat, bundaran, seperti cakram," ungkap Sardjono dalam wawancara khusus dengan detikcom, Selasa (27/10/2020).

Untuk pembangunan fase pertama integrasi CSW, TransJakarta menyiapkan anggaran sampai Rp 80 miliar. "Itu semua anggaran Transjakarta, fase 1 kurang lebih membutuhkan Rp 80 miliar. Tidak ada (investasi asing), TransJakarta semua," jelas dia.

Adapun tangga penghubung Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru Jakarta Selatan (Jaksel) ke halte TransJakarta CSW yang sangat tinggi akan tetap dibiarkan berdiri, atau tak dirubuhkan. Perlu diketahui, tangga itu sudah ditutup aksesnya karena mempertimbangkan keamanan dan keselamatan masyarakat.

"Nanti tangga yang ada sekarang dibiarkan saja, untuk darurat. (Karena tinggi sekali) maka itulah sebabnya Pak Gubernur memasukkan (CSW) ke dalam proyek strategis daerah. Itu kan ketika dibangun, apa nggak dipikirkan? Nah karena keluhan masyarakat banyak, tentang naiknya susah, dan sebagainya, padahal di atas ada halte, makanya Pak Gubernur memasukkan ini ke dalam proyek strategis daerah, sekaligus meningkatkan pendapatan dari Transit Oriented Development)," papar Sardjono.

Selain halte CSW, TransJakarta akan membuat TOD di halte Dukuh Atas 1 yang akan menghubungkan dengan TransJakarta dengan KRL, LRT, dan juga moda transportasi umum lainnya.

"Kalau proyek integrasi lain ada, Dukuh Atas 1 kita yang garap," tandas dia.

(fdl/fdl)