5 Proyek yang Diresmikan di Tengah Pandemi: Bandara hingga Stadion

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2020 16:52 WIB
Penumpang melintas di area terminal kedatangan dan keberangkatan Bandara Internasional Yogyakarta yang dipenuhi dengan ornament khas Yogyakarta. Bandar udara yang memiliki terminal penumpang seluas 219.000 meter persegi tersebut mampu menampung 20 juta penumpang per tahunnya. Bandara Internasional Yogyakarta telah resmi beroperasi sejak 6 Mei 2019 dengan melayani 13 rute penerbangan domestik.
NYIA/Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) telah menyelesaikan beberapa proyek di tengah pandemi COVID-19. Mulai dari New Yogyakarta International Airport hingga Stadion Papua Bangkit.

"Berbekal kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah dan pengalaman tinggi yang dimiliki, Perseroan sangat bangga karena mampu menyelesaikan pembangunan proyek-proyek infrastuktur tersebut tepat waktu bahkan terdapat salah satu proyek infrastruktur yang diselesaikan oleh Perseroan lebih cepat dari yang telah ditargetkan," kata Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2020).

Adapun proyek-proyek besar yang telah selesai dan dilakukan peresemiannya pada tahun 2020 ini, antara lain:

1. New Yogyakarta International Airport (Bandara Kulonprogo)

Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp. 6,98 triliun. PTPP berhasil menyelesaikan airside bandara dalam kurun waktu 8 bulan. Sedangkan untuk mencapai pengoperasian minimum bandara, perseroan dapat menyelesaikannya dalam kurun waktu 12 bulan.

Yogyakarta International Airport (YIA) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 28 Agustus 2020. Atas prestasi pembangunan YIA ini, Perseroan dianugerahi 3 Penghargaan sekaligus dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Adapun penghargaan MURI yang berhasil diraih oleh proyek YIA, yaitu Bandara dengan Peneyelesaian Zona Airside Tercepat, Bandara dengan Pemakaian Beton Terbanyak, dan Pembangunan Konstruksi Bandara Internasional Tercepat.

2. Jalan Tol Manado-Bitung

Proyek ini merupakan jalan tol pertama yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Utara yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, Kota Manado. Proyek pembangunan jalan tol ini memiilki nilai kontrak sebesar Rp3,16 triliun untuk pekerjaan seksi II

Perseroan telah berhasil menyelesaikan Jalan Tol Manado-Bitung ruas Manado-Danowudu dengan panjang ±26 kilometer, di mana gerbang tol terdekat dengan Bandara Sam ratulangi hanya berjarak 9 kilometer sehingga dapat memotong waktu tempuh perjalanan sebelumnya melalui jalan nasional.

Ke depannya, Jalan Tol Manado-Bitung akan memiliki total lintasan sepanjang 40 kilometer dimana merupakan jalan tol terpanjang saat ini di Provinsi Sulawesi Utara. Proyek tersebut berhasil dituntaskan oleh Perseroan tepat waktu dan telah diresmikan secara virtual oleh Presiden Jokowi pada 29 September 2020.

3. Dermaga IV Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni

Proyek ini diresmikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi pada 12 Oktober 2020. Dermaga IV Merak memiliki kapasitas 6.000-10.000 GRT dengan tipe dermaga Breasting Dolphin dan Panjang dermaga 120 meter.

Sedangkan, Demaga IV Bakauheni memiliki kapasitas 6.000-10.000 GRT dengan tipe dermaga Quay Wall dan Panjang dermaga 150 meter. Dengan beroperasinya pelabuhan dermaga IV Merak-Bakauheni diharapkan dapat mengakomodir arus Natal dan Tahun Baru.

4. Jembatan Teluk Kendari

Jenbatan yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara ini memiliki panjang bangunan dengan total 1.348 meter. Jembatan ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Jokowi pada 22 Oktober 2020.

Kehadiran Jembatan Teluk Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki dampak positif bagi pengembangan Kota Kendari dan masyarakat sekitar terutama untuk meningkatkan konektvitas dan aksesbilitas interaksi antar kawasan.

Selain itu, kehadiran jembatan tersebut juga mendukung pengembangan Kawasan Industri Kendari New Port serta menunjang percepatan wisata bahari sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan teluk tersebut diharapkan dapat menjadi ikon (landmark) baru di Provinsi Sulawesi Tenggara.

5. Stadion Papua Bangkit (Stadion Lukas Enembe)

Stadion ini berlokasi di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Stadion ini dibangun untuk menyambut penyelenggaraan PON XX Papua yang pertama kali akan berlangsung di Papua.

Stadion ini memiliki kapasitas sebesar > 40.000 penonton dengan seluruh fasilitas stadion telah berstandar internasional.

Pembiayaan pembangunan stadion ini didanai oleh APBD Provinsi Papua senilai Rp. 1,3 triliun. Stadion ini diklaim sebagai stadion terbaik dan termegah kedua yang ada di Indonesia setelah Stadion Gelora Bung Karno yang berlokasi di Jakarta.

(das/ara)