LRT Jabodebek Keluar Kandang Lagi, Kali Ini Ngapain?

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 07 Nov 2020 17:30 WIB
LRT Jabodebek
Foto: Dok. LEN Industri
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan kembali melakukan uji coba pengoperasian LRT Jabodebek. Bersama empat BUMN yakni PT Len Industri, PT Adhi Karya, PT INKA, dan PT Kereta Api Indonesia melakukan uji operasi sistem persinyalan.

Uji coba penggunaan sistem persinyalan LRT Jabodebek ini melalui lintas Stasiun TMII-Stasiun Harjamukti pada tanggal 4 November 2020. Uji coba LRT Jabodebek kali ini dimaksudkan untuk menguji sistem operasi Grade of Otomation 0 (GOA 0) sebagai fase awal menuju sistem otomasi GOA 3.

"Kita melakukan uji coba terhadap sistem operasi yang sudah kita pasang di sini, di mana yang mengerjakan adalah dari Len Industri dan dari Siemens. Pada hari ini kita berangkat sudah menggunakan sistem operasi GOA 0, di mana sistem otomasi belum dibuktikan, tetapi secara full sinyal merah, kuning, hijau itu sudah sesuai dengan standar-standar pengoperasian KAI," kata PPK LRT Kementerian Perhubungan Ferdian.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi I Len Industri Linus Andor Mulana Sijabat mengatakan proses uji coba penggunaan sistem persinyalan di LRT Jabodebek berjalan baik. Secara keseluruhan, Len Industri berperan dalam manajemen proyek, instalasi, pengujian dan pengawasan, support engineering, serta pengadaan material lokal.

Dalam pembangunannya, Len Industri menggarap sistem persinyalan LRT Jabodebek dan Len Railway Systems yang merupakan anak perusahaan Len Industri menggarap PSD (Platform Screen Door) sebagai mekanisme pengamanan penumpang LRT Jabodebek .

Menurut Linus, LRT Jabodebek memiliki potensi besar menjadi solusi transportasi Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dan untuk menjawab kebutuhan transportasi masyarakat Jakarta.

"LRT akan menjadi moda transportasi sehari-hari dalam memobilisasi masyarakat dari permukiman menuju pusat Jakarta," kata Linus.

Selanjutnya
Halaman
1 2