Ada Pelabuhan Patimban, Menhub Pede Ongkos Logistik Menyusut

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 14:37 WIB
Pelabuhan Patimban ditargetkan siap layani kegiatan ekspor-impor mulai Desember 2020 mendatang. Pembangunan pelabuhan itu terus dikebut agar dapat penuhi target
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjamin Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat (Jabar) mampu menekan biaya logistik di Indonesia. Bukan rahasia umum bila biaya logistik Indonesia masih dinilai kemahalan.

Berdasarkan hitung-hitungannya, kehadiran proyek strategis nasional (PSN) itu mampu menekan biaya logistik menjadi 17%. Namun, hal itu tidak akan terjadi secara instan.

"Tentu kita berusaha menekan biaya logistik ini turun menjadi 17%. Tentu di tahun mendatang," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (27/11/2020).

Budi menjelaskan bahwa kehadiran Pelabuhan Patimban ini difungsikan untuk ekspor, khususnya otomotif. Nantinya hasil produksi dari sejumlah kawasan industri akan diekspor melalui pelabuhan tersebut.

"Tentu nanti pada tahap kedua, logistik dari Indonesia ke luar, dan tentu Cibitung, Karawang, Cikarang itu akan menggunakan ini, bahkan nanti kalau kawasan (industri) Batang itu sudah ada ini akan digunakan dengan baik," sebutnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Budi mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan operasional Pelabuhan Patimban agar siap melayani kegiatan ekspor-impor perdananya mulai Desember 2020.

"Harapannya bulan Desember nanti kita akan gunakan pertama kali sebagai car terminal yang digunakan untuk ekspor dan impor mobil. Sambil kami juga terus melanjutkan pembangunan tahap berikutnya," ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020).

(toy/eds)