Proyek Strategis SPAM Rp 1,2 Triliun di Lampung Rampung

Hendra Kusuma - detikFinance
Minggu, 06 Des 2020 17:29 WIB
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut proyeks strategis nasional (PSN) sektor Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sudah terbangun. Proyek yang berada di lampung ini dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Nilai investasi proyek SPAM Lampung ini sebesar Rp 1,2 triliun dan sudah diresmikan pada tanggal 27 November 2020. Proyek ini dibangun selama 2 tahun dan menjadi PSN pertama yang dibangun tanpa hambatan sehingga bisa melaksanakan COD atau operasj komersial tepat waktu.

"Proyek KPBU SPAM Bandar Lampung yang telah dinyatakan selesai dibangun pada 14 Agustus 2020 lalu," kata Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo dalam keterangan resminya, Minggu (6/12/2020).

Wahyu menjelaskan, pembangunan SPAM Bandar Lampung ini dilaksanakan menggunakan skema KPBU antara pemerintah Kota Bandar Lampung yang mengamanatkan PDAM Way Rilau sebagai penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) dengan PT Adhya Tirta Lampung selaku badan usaha yang merupakan konsorsium dari PT Bangun Cipta Kontraktor dan PT Bangun Tjipta Sarana.

"Dengan pemanfaatan air baku dari sungai Way Sekampung sebesar 825 liter per detik, IPA SPAM Bandar Lampung mampu mengolah air baku menjadi air dengan kualitas air minum berkapasitas 750 liter per detik," kata dia.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) ini mengungkapkan PDAM Way Rilau menargetkan pasokan air minum sebanyak 750 liter per detik dan bisa memberikan manfaat bagi 60 ribu Sambungan Rumah Tangga atau 300 ribu jiwa penduduk Kota Bandar Lampung di 8 Kecamatan.

Sebamyak 8 kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Labuhan Ratu, Kecamatan Way Halim, Kecamatan Kedaton, Kecamatan Tanjung Senang, Kecamatan Sukarame, Kecamatan Sukabumi, dan Kecamatan Kedamaian.

"Dengan pelayanan air minum kepada 8 kecamatan tersebut, PDAM Way Rilau dapat meningkatkan cakupan layanan dari 20% menjadi 46% di tahun 2024," ujarnya.

Wahyu menyampaikan keberhasilan penyelesaian konstruksi atau pelaksanaan operasi komersial PSN KPBU SPAM Bandar Lampung merupakan hasil sinergitas dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak.

PSN KPBU SPAM Bandar Lampung ini mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan melalui Pemberian Dukungan Kelayakan (Viability Gap Funding-VGF) senilai Rp 258,8 miliar.

Kemudian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung pembangunan Jaringan Distribusi Utama dengan panjang mencapai 36 km dan percepatan pencairan VGF. Selanjutnya dukungan dari PT SMI dalam Fasilitas Penyiapan Proyek (Project Development Facility-PDF), dan PT PII dalam pemberian Penjaminan Infrastruktur.

Seperti diamanatkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN, Proyek KPBU SPAM Bandar Lampung merupakan salah satu PSN sektor Penyediaan Air Minum yang koordinasi dan monitoring-nya dilakukan oleh Kemenko Perekonomian melalui KPPIP.

Menurut Wahyu, peresmian ini bukanlah akhir dari perjalanan PSN KPBU SPAM Bandar Lampung, namun menjadi awal dari perjalanan 25 tahun kerja sama pengelolaan air bersih antara Pemerintah Kota Bandar Lampung yang diwakili oleh PDAM Way Rilau dengan Badan Usaha PT Adhya Tirta Lampung.

"Sejalan dengan pesan dan arahan dari Menko Perekonomian selaku Ketua KPPIP, seluruh stakeholder diminta untuk mendorong upaya percepatan pembangunan PSN dan memastikan optimalisasi pemanfaatan proyek-proyek PSN yang telah selesai," katanya.

Kemenko Perekonomian melalui KPPIP bersama kementerian/lembaga terkait pun akan selalu berupaya mendorong percepatan penyelesaian isu-isu atau debottlenecking, dari proses penyiapan sampai dengan pemanfaatan PSN.

"Melalui kegiatan koordinasi, monitoring, evaluasi, serta bentuk dukungan lainya seperti studi kelayakan, pemberian PDF, dan VGF," ungkapnya.

(hek/dna)