Bandara Kertajati Ditargetkan Jadi Pusat Logistik

Yudha Maulana - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 21:13 WIB
Bandara Kertajati sudah beroperasi sejak beberapa bulan lalu. Yuk lihat dari dekat berbagai sisi bandara ini.
Foto: Rachman Haryanto
Bandung -

Bisnis kargo menjadi salah satu pendorong Bandara Kertajati di Majalengka bisa tetap bergeliat. Pasalnya, belum normalnya penerbangan komersial membuat bisnis penerbangan sempat mati suri.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat (Dishub Jabar) Hery Antasari mengatakan, pihaknya menargetkan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik nasional pada 2021 mendatang.

"Sudah menjadi quick wins kami 2021, Kertajati jadi pusat logistik," ujar Hery di Bandung, Rabu (5/1/2021).

Ia mengatakan, upaya untuk menjadikan pusat logistik di Bandara Kertajati telah terencanakan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada 2019 lalu. Tetapi, pelaksanaan rencana tersebut terhambat karena tahun pandemi 2020.

"Kita akan mencoba memproses kembali, tahun lalu kami sudah berkirim surat ke Kementerian Perhubungan, tapi adanya pandemi jadi di-hold, kami akan dorong lagi," ujarnya.

Hery menuturkan, Dishub Jabar telah melakukan pertemuan dengan jajaran direksi PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BJIB) untuk mendorong bisnis kargo. Rencana ini pun telah dibahas di dalam Divisi Pemulihan Ekonomi Daerah. "Kebetulan stakeholder ada," ucapnya.

Keberadaan bisnis kargo ini, akan menjadi ladang bisnis ketika situasi mulai kembali normal. Bahkan, logistik dari Husein pun akan pindah ke Kertajati. "Ketika sudah dicanangkan oleh Pak Gubernur ke Kertajati, otomatis logistik Husein juga pindah ke sana," ujarnya.

Pihaknya pun meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk mengeksekusi peluang tersebut. Selain itu, rencana ini akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan dengan sejumlah maskapai terkait penerbangan logistik.

"Pandemi membuat pembicaraan hold. Kita dikalahkan demand. Kita tidak bisa memaksakan maskapai yang sampai saat ini masih menggabungkan layanan kargo dan penerbangan komersial," katanya.

Pengamat dan praktisi Bisnis Kargo Ferry Nursuardi menilai bisnis kargo dan umroh merupakan peluang yang harus dioptimalkan seraya menunggu pulihnya penerbangan komersial.

Bukan tak mungkin, ujar Ferry, para pelaku bisnis kargo menggeser layanan kargo dari Husein Sastranegara dan sebagian dari Soekarno-Hatta ke Kertajati. Pasalnya, ongkos logistik juga bisa ditekan.

"Rata-rata sepakat, kapasitas Bandara Kertajati sebagai Freigther Center Hub sangat mampu, ditambah ada cargo village, ini terbesar di Indonesia," ucapnya.

"Total cost di Kertajati itu lebih murah, ground handling murah, ongkos angkut kita bisa tekan lebih murah," katanya menambahkan.

(yum/hns)