3 Fakta soal 847 Proyek RI yang Dibiayai Surat Utang Syariah

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 07:15 WIB
Deretan Infrastruktur yang Dibiayai Surat Utang Syariah
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Kementerian Keuangan memastikan ada sebanyak 847 proyek di Indonesia yang dibiayai oleh surat berharga syariah negara (SBSN). Instrumen surat utang syariah bukan hal baru, sebab sudah dimanfaatkan sejak tahun 2013.

Sebanyak 847 proyek ini tersebar di 34 provinsi tanah air dan berasal dari 11 kementerian/lembaga (K/L). Berikut fakta-faktanya:

1. Anggarannya Rp 27 T

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman mengatakan seluruh proyek ini tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Adapun, pembiayaan yang dialokasikan sebesar Rp 27,57 triliun.

"Untuk tahun 2021 ini, kalau proyek infrastruktur SBSN (surat utang syariah) adalah mencapai sebesar Rp 27,57 triliun dengan jumlah proyek mencapai 847 proyek yang tersebar di 11 kementerian/lembaga dan 34 provinsi," kata Luky dalam acara forum kebijakan pembiayaan proyek infrastruktur melalui SBSN tahun 2021 yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (20/1/2021).

2. Jumlah Proyek Bertambah

Luky mengaku, jumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh SBSN tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebanyak 630 proyek. Pada tahun lalu, hanya delapan kementerian/lembaga yang memanfaatkan SBSN sebagai modal pembangunan infrastruktur.

"Nilai pembiayaan proyek SBSN (surat utang syariah) 2020 awalnya Rp 27,35 triliun berubah menjadi Rp 18,16 triliun atau Rp 23,29 triliun jika ditambahkan alokasi luncurkan dan lanjutan dari proyek SBSN 2019," ujarnya.

Halaman berikutnya daftar proyek yang dibiayai>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2