Help! 13 Proyek Tol Butuh Suntikan Dana Rp 171 Triliun

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 17:41 WIB
Proyek jalan tol Pekanbaru-Bangkinang 40 km
Ilustrasi/Foto: Dok. PT Hutama Karya (Persero)
Jakarta -

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, ada proyek 13 ruas jalan tol sepanjang 1.605,8 kilometer (Km) butuh dukungan anggaran. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, dukungan yang dibutuhkan mencapai Rp 171,8 triliun.

Kemudian, ia mengatakan ada 2 hal yang menjadi tantangan. Pertama, cara mencari dana tersebut. Kedua pengerjaan 13 ruas tol tersebut hingga selesai.

"Dukungan konstruksi yang totalnya Rp 171,8 triliun sampai 2024. Ini kami lagi mencari cara bagaimana kita memobilisasi. Ada 2, bagaimana mencari uangnya dan bagaimana melaksanakannya dalam waktu 3 tahun ini, utk sebesar itu adalah tantangan yang luar biasa. Tapi ini target kita," kata Hedy dalam rapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu (27/1/2021).

Secara keseluruhan, pemerintah mencatat kebutuhan jalan tol jangka panjang, atau tepatnya hingga tahun 2050 ialah mencapai 18.088 Km. Dengan total itu, maka masyarakat bisa melakukan perjalanan hingga 100 Km dengan waktu tempuh hanya 1,5 jam.

"Tahun 2050 kita membutuhkan 18.088 Km jalan tol yang berfungsi sebagai backbone jaringan jalan secara keseluruhan. Ini agar tercapai travel time kita yang kita inginkan yaitu 1,5 jam per 100 Km. Ini kira-kira benchmark-nya sama seperti Malaysia di tingkat itu," ungkapnya.

Namun, tentunya untuk merealisasikan angka itu diperlukan banyak upaya. Pasalnya, saat ini Indonesia baru memiliki jalan tol dengan total panjang 2.342 Km yang sudah beroperasi. Sementara itu, sisanya masih dalam pengerjaan, dan sebagian besar belum dilakukan pengerjaan sama sekali.

"Kondisi saat ini yang sudah beroperasi adalah 2.342 km. Dan sedang dalam konstruksi, mulai dari pengadaan tanah, dan seterusnya itu 1.500 Km. Yang dalam persiapan artinya belum mulai pengadaan tanah itu adalah 14.000 Km secara bertahap karena ini adalah jangka panjang," pungkas Hedy.

(vdl/hns)