Menteri PUPR Resmikan Flyover Purwosari Solo Sabtu 13 Februari

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Senin, 08 Feb 2021 22:43 WIB
Flyover atau jalan layang Purwosari Solo, Jawa Tengah, mulai bisa dijajal Senin (21/12) menggunakan kendaraan masyarakat seiring dengan uji coba yang dilakukan Pemerintah Kota Surakarta.
Foto: Agung Mardika: Uji coba Flyover Purwosari
Solo -

Flyover Purwosari Solo rencananya diresmikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sabtu (13/2/2021). Rencana tersebut menyusul pembatalan peresmian yang sedianya digelar Selasa (9/2) besok.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, membenarkan seremonial pembukaan flyover diundur hingga akhir pekan nanti. Diketahui, Menteri Basuki akan mengikuti rapat bersama Presiden Joko Widodo besok.

"Peresmiannya diundur Sabtu karena Pak Menteri PUPR berhalangan hadir besok," kata Rudy saat dihubungi wartawan, Senin (8/2/2021).

Menurut Rudy, pengerjaan Flyover Purwosari sebetulnya sudah selesai. Masyarakat diminta bersabar hingga akhir pekan untuk bisa memanfaatkan jalan layang sepanjang 700 meter itu.

"Otomatis jalan layang masih ditutup. Masyarakat bersabar dulu, nanti akhir pekan kita buka," kata dia.

Pejabat Pembuat Komitmen 1.6 Provinsi Jawa Tengah, Tisara Sita, selaku pihak yang mengawal pembangunan flyover, mengaku baru menerima informasi pembatalan Senin petang. Namun dia belum memastikan jadwal peresmian selanjutnya.

"Jadwal selanjutnya akan kami informasikan kembali," kata Tisa kepada wartawan.

Tisa mengatakan dalam sebulan terakhir pihaknya menyelesaikan pekerjaan minor. Antara lain ialah penanda selamat datang berwujud penari gambyong.

"Dua ikon gambyong dipasang timur dan barat flyover. Lampu, marka, LED running text juga sudah siap," ujar dia.

Dengan penundaan ini, Tisa mengatakan akan mengoptimalkan waktu dengan melakukan beberapa perbaikan. Ada pengecatan ulang hingga penyelesaian bagian tambahan di Flyover Purwosari.

"Kita maksimalkan pengecatan ornamen batik, skate park akan kita lembur lagi, sambil kita lihat apa yang bisa dioptimalkan lagi," tutupnya.

(bai/hns)