Selain Cipali KM 122, Tol Ini Pernah Rusak Gegara Hujan Lebat

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 09 Feb 2021 13:06 WIB
Ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 122 arah Jakarta mengalami ambles. Petugas memberlakukan contraflow atau sistem lawan arus di lokasi tersebut.
Foto: Dian Firmansyah
Jakarta -

Faktor alam alias curah hujan yang tinggi membuat sejumlah ruas tol di Indonesia mengalami kerusakan. Terbaru ada ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 122 arah Jakarta yang amblas pada Selasa (9/2) dini hari karena hujan terus-menerus di wilayah Jawa Barat.

"(Amblasnya) karena curah hujan yang tinggi sih jadi kondisinya aspal itu kena air hujan kan jadi ngelupas, terus-terus begitu jadi ngerembes," kata Dept Head Corporate Communication Astra Tol Cipali, Theresia Dyah kepada detikcom, Selasa (9/02/2021).

Dirangkum detikcom, selain Tol Cipali KM 122 ada beberapa tol lain yang juga mengalami kerusakan akibat curah hujan yang tinggi. Pada 11 Februari 2020, terjadi longsor di pinggir Jalan Tol Cipularang kilometer (km) 118+600 arah Jakarta.

Tol Cipularang terdampak longsor akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kampung Hegarmanah RT02/RW04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat.

Meski begitu, jalan tol yang longsor itu tak menutup jalur di kedua arah, baik yang ke arah Cileunyi maupun ke arah Jakarta. Selama perbaikan, hanya bahu jalan saja yang ditutup dan dijaga Korlantas Polri. Saat ini pun seluruh jalan sudah bisa dilewati dengan waktu perbaikan sekitar 1 bulan sejak kejadian.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung Barat, ketinggian tebing yang longsor mencapai 15 meter, sedangkan lebarnya mencapai 30 meter, dengan jarak titik longsor ke badan jalan Tol Cipularang hanya 7 meter.

Selanjutnya ada ruas Tol Pemalang-Batang KM 321 menuju Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang juga pernah rusak berupa keretakan pada jalan, bahkan pondasi penahan ruas tol kanan-kirinya juga mengalami longsor.

PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), anak usaha PT Waskita Toll Road menyatakan kerusakan yang terjadi pada kemiringan/kelandaian (slope) jalan tol diakibatkan curah hujan yang tinggi dan membuat air meluap hingga menggerus jalan.

Retaknya jalan Tol Pemalang-Batang terjadi pada 16 Januari 2019. Keretakan terjadi di satu titik ruas jalan Tol Pemalang-Batang tepatnya di KM 321 jalur A. Namun pihak kontraktor langsung memperbaikinya dalam waktu 5 hari.

Terakhir, kerusakan juga pernah terjadi di ruas tol Salatiga-Kartasura, Jawa Tengah. Talut atau lereng di samping ruas tol tersebut pernah amblas pada 24 Desember 2018, atau 4 hari setelah diresmikan.

Saat bahu jalan Tol Salatiga-Kartasura amblas, lalu lintas tetap dibuka. Penyebab kejadian karena lereng di samping jalan tol tergerus air hujan. Lereng tersebut tergerus sepanjang 20 meter dan langsung diperbaiki dalam waktu 4 hari setelah kejadian.

Simak juga 'Tol Cipali KM 122 Amblas, Petugas Berlakukan Contraflow':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)