Proyek 'Disneyland' Hary Tanoe-Trump Jadi KEK Pariwisata

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 13 Feb 2021 08:00 WIB
Kerjasama Hary Tanoe dan Trump
Foto: Dok MNC Group
Jakarta -

Proyek Pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo dengan Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mau membangun taman hiburan sekelas Disneyland dan Universal Studio di kawasan Lido, Sukabumi, Jawa Barat mulai menunjukkan titik terang.

Taman hiburan sekelas Disneyland dan Universal Studio itu akan dibangun di dalam mega proyek MNC Lido City. Mega proyek MNC Lido City dikembangkan oleh PT MNC Land Tbk (KPIG atau Perseroan). Di bawahnya ada PT MNC Lido Hotel, PT MNC Lido Resort dan PT MNC Wahana Wisata.

MNC Lido City akhirnya telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK Pariwisata). Rencana proyek ini padahal sudah diumumkan sejak September 2015 lalu.

Dengan didapatkannya status KEK Pariwisata, Badan Usaha dan Pelaku Usaha di kawasan MNC Lido City mendapat kemudahan perizinan termasuk soal rencana membangun taman bermain sekelas Disneyland dan Universal Studio itu.

Badan usaha dan pelaku usaha di kawasan MNC Lido City juga bisa menikmati berbagai kemudahan dan fasilitas insentif perpajakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 237/PMK.010/2020, antara lain diberikannya insentif pajak penghasilan; pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah; bea masuk dan pajak dalam rangka impor; cukai; serta berbagai kemudahan perizinan lainnya.

"KEK Lido diharapkan betul-betul bisa mendorong pariwisata di Indonesia. Hasilnya harus jelas, turis ke Jawa Barat juga harus yang berkualitas Internasional. Ini harus menjadi yang premium juga, dan devisanya pun juga premium," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga merupakan Ketua Dewan Nasional KEK dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Jumat (12/2/2021).

Saat ini, MNC Lido City sedang mengembangkan kawasan hunian, komersial, destinasi wisata dan resort terintegrasi seluas 3.000 hektare (Ha) di Lido, Jawa Barat, yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan Banten, dikelilingi dengan lebih dari 70 juta penduduk. Berlokasi sekitar 60 kilometer (km) dari Jakarta, MNC Lido City dapat dicapai langsung melalui Tol Bocimi dengan waktu tempuh satu jam dari Jakarta.

Perseroan juga kerja sama dengan pemerintah untuk membangun transit-oriented development (TOD) sebagai sarana transportasi publik tambahan.

Di tengah-tengah MNC World Lido akan berdiri MNC Park, theme park kelas dunia pertama di Indonesia dengan teknologi canggih yang menampilkan berbagai wahana, pertunjukan, dan atraksi.

Sebuah resor super-mewah dengan standar Internasional yang menawarkan berbagai layanan personal, termasuk premium fine dining restaurant, spa, dan fasilitas conference, yang didesain oleh perusahaan Internasional yang telah meraih berbagai penghargaan bengengsi, Oppenheim Architecture, HBA, dan EDSA.

International Golf Club Lido dirancang oleh Ernie Els, salah satu pegolf tersukses dalam sejarah dan pemenang 'Designer of the Year 2015' dari World Golf Awards. Menghadirkan 18-hole lapangan golf kejuaraan standar PGA dengan panorama Gunung Salak dan Gunung Gede-Pangrango yang terbentang luas.

Sedangkan Lido Residences menghadirkan desain modern berada di kawasan seluas 350 Ha, yang terdiri dari 281 hunian mewah dan 180 kondominium.

Perseroan juga akan membangun The World Garden, Music Festival Venue, Movieland (untuk produksi film dan video di luar ruangan) oleh MNC Studios International, berbagai pilihan hotel bertaraf internasional, retail dan dining untuk mendukung pengembangan. Ditambah proyek lain yang akan dikembangkan seperti sirkuit internasional, universitas, hingga area perkantoran.

Kawasan MNC Lido City juga mencakup Lido Lake Resort and Convention Center, aktivitas permainan air, dan fasilitas outbound terbesar di Asia Tenggara. KEK MNC Lido City akan menjadi kebanggaan nasional dan destinasi wisata baru di Indonesia.

Dengan mengusung 'Integrated Tourism Destination' yang terbesar di Asia Tenggara, MNC Lido City akan berperan aktif untuk mendukung dan berkontribusi bagi percepatan pencapain target pemerintah pusat maupun daerah, melalui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun internasional, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif sehingga membuka kesempatan usaha yang baru dan menciptakan lapangan kerja guna penyerapan tenaga kerja dari daerah.

KEK juga diharapkan akan meningkatkan pendapatan Pemerintah Daerah dan mempercepat Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) daerah serta mendorong investasi. Kehadiran theme park dan berbagai fasilitas yang sedang dikembangkan di MNC Lido City diprediksi akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 63,4 juta orang hingga tahun 2038 atau rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun.

Inflow devisa dari wisatawan mancanegara serta penghematan outflow devisa dari wisatawan nusantara diprediksi akan mencapai US$ 4,1 miliar selama 20 tahun.

Hary Tanoesoedibjo menjelaskan MNC Lido City adalah kawasan dengan luas 2.000 hektar yang sudah dibebaskan, mencakup Kab Bogor dan Kab Sukabumi. Proyek tersebut seluruhnya milik MNC.

"100% milik PT MNC Land Tbk," ucapnya kepada detikcom.

Dengan begitu dia meluruskan bahwa KEK Pariwisata di Lido itu bukanlah proyek joinan dengan perusahaan milik Donald Trump. Pihak asing tersebut hanya menjadi operator di salah satu hotel dan golf course, bukan seluruh KEK.

Sementara untuk KEK Pariwisata sendiri di mencakup separuh dari total kawasan MNC Lido City atau sekitar 1.000 ha tepatnya di wilayah Kabupaten Bogor. Nah di kawasan itulah yang memperoleh izin KEK, bukan secara keseluruhan.

(aid/fdl)