Stasiun Manggarai Gantikan Gambir Mundur ke 2022

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 14:57 WIB
Tiga rute KRL di Stasiun Manggarai disetop sementara karena adanya switch over (SO) di stasiun tersebut. Berikut foto situasi terkini di Stasiun Manggarai.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Rencana Stasiun Manggarai di Jakarta Selatan menjadi hub kereta api jarak jauh di Jabodetabek menggantikan Stasiun Gambir mundur dari target awal di tahun 2021. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan rencana ini akan mundur ke tahun depan alias 2022.

Menurut Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati target dimundurkan imbas dari pandemi Corona yang membuat persiapan Stasiun Manggarai menjadi hub terganggu.

Namun, Adita menegaskan rencana menjadikan Stasiun Manggarai pusat kereta api di Jabodetabek akan tetap berjalan, meski targetnya mundur.

"Rencana Manggarai sebagai hub kereta jarak jauh masih sesuai rencana. Dengan adanya pandemi, target waktu kemungkinan harus direvisi. Jadi tahun depan (2022)," kata Adita ketika dihubungi detikcom, Kamis (18/2/2021).

Soal target 2021 awalnya diungkapkan oleh Kasubag Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Kemenhub), Supandi. Dia mengatakan implementasi Stasiun Manggarai menggantikan Stasiun Gambir selesai pada akhir 2021.

"Kalau rencana 2021, mungkin akhir tahun," kata Supandi saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (7/10/2019) silam.

Rencana awal Stasiun Manggarai menggantikan Stasiun Gambir sendiri diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dia menjelaskan bahwa Stasiun Manggarai direncanakan sebagai pusat stasiun (central station) tidak hanya KRL Jabodetabek tetapi juga untuk kereta api jarak jauh.

Dengan Stasiun Manggarai sebagai pusat, nasib Stasiun Gambir yang selama ini sebagai tempat pemberhentian bagi kereta jarak jauh di Jakarta pun akan tergantikan.

"Memang Manggarai ini kita rencanakan ke depan menjadi central station, yang akan datang tidak ada lagi kereta dari luar kota masuk ke Gambir. Kereta terakhir adalah di Manggarai ini," tegas Budi Karya di Stasiun Manggarai, Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Di akhir periode pertamanya menjabat menteri, Budi Karya juga memastikan bahwa proyek ini akan terus berjalan. Menurutnya aliran kereta dari dan ke dalam kota Jakarta harus dipisahkan.

"Rencana ini sudah lama sekali dan akan berjalan. Secara ideal ya satu konektivitas yang ke luar itu harus dipisahkan sama angkutan dalam kota," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Stasiun Gambir nantinya melayani kereta dalam kota. Pasalnya, jumlah penumpang dalam kota jauh lebih besar dibanding kereta luar kota.

"Bayangkan ada 1,2 juta orang yang gunakan angkutan dalam kota, sementara yang keluar daerah cuma 10 ribuan. Oleh karenanya kami mau prioritaskan yang dalam biar efektif," kata Budi Karya.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri di saat yang sama kala itu juga mengatakan rencana ini akan jalan terus. Hingga 2021 dia mengatakan akan ada 18 trek di Manggarai, sehingga stasiun ini siap menjadi hub kereta api di Jabodetabek.

"Kalau kita kan memang sudah bangun (Manggarai), bahwa nanti akan jarak jauh ke Manggarai semua. Perencanaan sampai 2021 ini akan ada 18 trek, rencana akan tetap berjalan," kata Zulfikri.

(hal/ara)