Daftar Infrastruktur yang Mau Digenjot di Banten

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 22:15 WIB
Progres pembangunan Rumah Susun Sewa Tingkat Tinggi (RTT) Pasar Rumput terus dikebut. Rencananya proyek tersebut akan selesai pada akhir 2018.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Tanah Air, termasuk di Provinsi Banten. Di wilayah ini, ada sejumlah infrastruktur yang menjadi fokus pemerintah.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi disebutkan, pengembangan dan percepatan pembangunan infrastruktur di Banten mencakup empat aspek. Pertama, pengembangan konektivitas Tol Serang-Panimbang dan Tol Serpong-Balaraja.

Kedua, pembangunan sarana prasarana Bendungan Karian dan sistem penyediaan air minum (SPAM) Karian-Serpong. Ketiga, pengembangan kawasan KEK Tanjung Lesung dan Kawasan Industri Wilmar. Keempat, pengembangan wilayah Kota Baru Maja.

Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam rapat koordinasi yang digelar hari ini hanya membahas rencana pokok pembangunan infrastruktur di Banten.

"Kita harus prioritaskan, nggak bisa semuanya direalisasikan di waktu yang bersamaan," kata Luhut dalam keterangannya, Kamis (18/2/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, Tol Serang-Panimbang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas Banten Selatan dan KEK Tanjung Lesung.

"KEK Tanjung Lesung tidak akan berjalan kalau kita tidak perbaiki fasilitas dan aksesibilitas menuju ke sana," katanya.

Terkait, pengembangan kawasan industri terintegrasi Wilmar, nantinya kawasan industri ini akan mampu menyediakan gas hingga 20 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dan listrik hingga 500 megawatt (MW) bagi tenant. Lahan seluas 800 hektar yang rencananya akan digunakan sebagai kawasan industri pun telah disiapkan.

Selanjutnya, pengembangan KEK Tanjung Lesung dengan luas area 1.500 hektar. Kawasan ini memiliki potensi pariwisata yang beragam, mulai dari keindahan pantai, pemandangan langsung ke Gunung Krakatau, keberagaman flora dan fauna, serta kekayaan budaya.

Pengembangan wilayah Kota Baru Maja yang merupakan major project untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Kota ini akan dibangun dengan konsep compact city sebagai alternatif lahan termurah dan terdekat dengan Jakarta dengan dukungan akses transportasi murah commuter line

Lalu, untuk pembangunan sarana prasarana Bendungan Karian yang akan menyediakan kebutuhan air sebesar 9,1 m3/detik untuk Kabupaten Lebak, Pandeglang, Tangerang, Tangerang Selatan, dan DKI Jakarta. Selain itu, bendungan ini juga akan memfasilitasi kebutuhan air 5,5 m3/detik untuk daerah irigasi Ciujung dan suplai air untuk Kota Cilegon dan Kabupaten Serang. Selain itu, Bendungan Karian akan mampu menjadi pengendali banjir, menjadi salah satu titik wisata air, juga menjadi pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dengan potensi 1,8 MW. Kapasitas Bendungan Karian adalah sebesar 314,7 juta m3.



Simak Video "Luhut: Eratkan Persatuan, Kurangi Pertikaian yang Tidak Perlu"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)