Jokowi Bakal Tambah 2 Bendungan Lagi di NTT

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2021 19:18 WIB
Suasana bendungan Rotiklot yang selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Atambua, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/5/2019). Bendungan Rotiklot dengan manfaat penyediaan air untuk lahan sawah seluas 139 hektare dan 500 hektare untuk palawija serta sebagai pengendalian banjir sekaligus mensuplai air baku untuk masyarakat di sekitar Pelabuhan Atapupu, menurut rencana akan diresmikan oleh Presiden Jokowi Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada (20/5). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menambah dua bendungan lagi di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga totalnya menjadi sembilan. Hal itu bisa dibilang istimewa karena jumlah bendungan per provinsi dinilai tidak pernah sebanyak itu.

Jokowi mengatakan rencana awalnya membangun tujuh bendungan di NTT dan baru terealisasi tiga. Namun Gubernur NTT Viktor Laiskodat meminta tambahan dua bendungan lagi untuk di provinsi tersebut.

"Tadi pagi Gubernur (NTT) menyampaikan kepada saya minta tambah dua lagi (bendungan), padahal provinsi yang lain paling banyak itu dua atau satu," kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/2/2021).

Ketiga bendungan yang telah selesai dibangun di NTT adalah Bendungan Raknamo di Kupang pada 2018, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu pada 2019 dan yang baru diresmikan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka.

Meski begitu, Jokowi menyebut tambahan bendungan di NTT memang diperlukan. "Tapi ya memang di sini (bendungan) dibutuhkan, bukan dibutuhkan, (tetapi) sangat dibutuhkan," ucapnya.

Tak hanya bendungan, pemerintah daerah (Pemda) setempat juga menyarankan pembangunan beberapa sumur bor hingga embung untuk memaksimalkan ketersediaan air. Apabila seluruh bendungan selesai, produktivitas masyarakat di NTT diharapkan dapat meningkat tajam.

"Inilah permintaan yang benar, permintaan yang betul. Jangan minta yang lain-lain, itu betul. Sudah, ini benar dan nanti akan kita lihat lumbung pangan yang ada di Kabupaten Sumba Tengah. Nanti di sini juga kalau hamparannya jadi juga bisa menjadi lumbung pangan," tandasnya.

(aid/hns)