RI Masih Ketergantungan Aspal Impor

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 28 Feb 2021 22:32 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia Bicara Impor Aspal (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Indonesia hingga kini belum bisa berhenti mengimpor aspal. Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, aspal yang diimpor Indonesia mencapai 1,3 juta ton.

Hal itu disampaikan Bahlil saat konferensi pers kunjungan ke Buton, Sulawesi Tenggara dalam rangka menyerahkan insentif libur bayar pajak (tax holiday) kepada PT Kartika Rima Abadi.

"Indonesia sampai dengan sekarang masih mengimpor kurang lebih sekitar 1,3 juta ton aspal," kata Bahlil dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube BKPM, Minggu (28/2/2021).

Kartika Rima Abadi sendiri adalah perusahaan yang memproduksi aspal, dan ditargetkan mampu menghasilkan 500 ribu ton aspal di 2024. Dengan begitu Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor.

"Di Pulau Buton terdapat sumber daya alam kita yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang namanya aspal Buton, namun harus diakui pengelolaannya belum dilakukan secara baik. Karena itu lewat kesempatan ini saudara Irwan sebagai pimpinan perusahaan membangun satu pabrik aspal Buton yang berkualitas internasional," sebut Bahlil.

Diharapkan beroperasinya pabrik tersebut dapat menyuplai 50% kebutuhan aspal nasional.

"Bahwa hari ini yang kita resmikan dan kita memberikan tax holiday itu baru kapasitas 100 ribu per tahun. Tetapi dalam rencana investasi 2024 sudah mencapai 500 ribu ton per tahun. Artinya kebutuhan konsumsi nasional 50% sudah bisa menghasilkan dari sini," tambahnya.



Simak Video "Kepala BKPM Bicara Perpres Investasi Miras-Lampiran yang Dicabut Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)