3 Fakta Hary Tanoe Mau Bikin Sirkuit MotoGP di Lido

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 06:30 WIB
Hary Tanoesoedibjo
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Kesukaan masyarakat Indonesia akan motor balap ditangkap oleh Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Orang momor satu di MNC ini mau bikin sirkuit MotoGP di Lido, Jawa Barat.

Rencana tersebut muncul ketika MNC Lido City mendapatkan persetujuan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (atau yang sering disebut dengan KEK Pariwisata).

Di kawasan tersebut, pria yang akrab disapa HT ini akan membangun taman bermain sekelas Disneyland dan nantinya dia juga berencana menetap di sana. Berikut fakta-faktanya:

1. Mau Bikin Sirkuit MotoGP

Keinginannya ini akan melengkapi proyek setara Disneyland dan Universal Studio di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Lido, Jawa Barat.

Jika kawasan tersebut sudah 100% terbangun, dia pun ingin tinggal di sana.

"Ya, saya akan berencana pindah ke sana, saya ingin. Jika selesai saya akan pindah ke sana, kami berencana memiliki sirkuit Moto GP," kata Hary Tanoe dalam acara MNC Group Investor Forum 2021 secara virtual, Selasa (2/3/2021).

2. Cari Investor

Pembangunan sirkuit MotoGP, dikatakan Hary Tanoesoedibjo lantaran potensi sangat besar. Dia menceritakan, banyak orang Indonesia yang rela pulang pergi ke Malaysia hanya untuk menonton moto balap kelas dunia ini.

"Anda tahu orang Indonesia suka balap motor lho, 50 ribu orang mengunjungi Sepang Malaysia, sekitar 50% dari Indonesia, saya percaya, mereka terbang ke sana, nonton, dan pulang," jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, HT akan menawarkan pembangunan sirkuit MotoGP di Lido kepada para investor. "Jadi kami berencana untuk memiliki sirkuit MotoGP. Jadi kami berbicara dengan investor agar mereka berinvestasi di sana," ungkapnya.

3. Dapat Fasilitas

Dengan didapatkannya status KEK Pariwisata, Badan Usaha dan Pelaku Usaha di kawasan MNC Lido City mendapat kemudahan perizinan termasuk soal rencana membangun taman bermain sekelas Disneyland dan Universal Studio itu.

Selain itu, badan usaha dan pelaku usaha di kawasan MNC Lido City juga bisa menikmati berbagai kemudahan dan fasilitas insentif perpajakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 237/PMK.010/2020, antara lain diberikannya insentif pajak penghasilan; pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah; bea masuk dan pajak dalam rangka impor; cukai; serta berbagai kemudahan perizinan lainnya.

Saat ini, MNC Lido City sedang mengembangkan kawasan hunian, komersial, destinasi wisata dan resort terintegrasi seluas 3.000 hektar di Lido, Jawa Barat, yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan Banten, dikelilingi dengan lebih dari 70 juta penduduk. Berlokasi sekitar 60 kilometer dari Jakarta, MNC Lido City dapat dicapai langsung melalui Tol Bocimi dengan waktu tempuh satu jam dari Jakarta. Serta rencana sirkuit MotoGP.

(hek/fdl)