3 Fakta Pipa dan Kabel Bawah Laut RI yang Semrawut

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 23 Mar 2021 07:10 WIB
Jakarta -

Pipa dan kabel bawah laut di Indonesia akan diatur. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) No. 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hal itu dilakukan agar semua lebih teratur dan efisien.

"Saya berharap ini membuat negeri kita makin disiplin, jadi negeri kita jangan jadi korban dari ketidakdisiplinan kita dan dimanfaatkan oleh banyak pihak. Kita harus makin bangga Indonesia yang tertib, bukan Indonesia yang semrawut," kata Luhut dalam sosialisasi Kebijakan Alur Pipa dan Kabel Bawah Laut yang dilihat virtual, Senin (22/03/2021).

Berikut 3 fakta tentang alur pipa dan kabel bawah laut:

1. Agar Lebih Efisien

Luhut ingin kabel-kabel fiber optik tidak lagi memiliki alur yang rumit. Dia ingin ke depan dibuat dari sumber langsung ke lokasi tujuan, tanpa ada singgah atau transit di titik tertentu.

"Kita ke depan ingin kabel-kabel fiber optik itu langsung Jakarta ke final destination, tidak perlu melalui tempat lain. Jadi kita harus mulai sepakat sehingga kabel fiber optik kita yang ke Amerika atau ke Australia langsung ke negara tujuan. Begitu juga dengan Eropa," kata Luhut.

Cara itu kata dia akan membuat lebih efisien. Dia mengingatkan agar para pelaksana jangan berpura-pura tidak tahu sehingga tidak melakukan efisiensi.

"Itu membuat kita lebih efisien. Jadi jangan kita pura-pura bodoh yang akhirnya merugikan negara kita. Indonesia ini negara besar, jadi jangan membuat diri kita kerdil," ucap Luhut.