Progres Bendungan Megah Way Sekampung Capai 92%

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 24 Mar 2021 18:09 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin menyambangi Bendungan Way Sekampung, Lampung. Intip yuk penampakan bendungannya.
Foto: Dok. PT Waskita Karya
Jakarta -

Proyek pembangunan bendungan Way Sekampung sudah hampir rampung. Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) akan memasok air untuk irigasi, air baku hingga keperluan pembangkit listrik.

Proyek pembangunan Bendungan Way Sekampung yang terletak di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung saat ini secara total keseluruhan telah mencapai 92% yang ditargetkan dapat diselesaikan pada Triwulan III tahun ini. Pembangunan bendungan Way Sekampung ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat sekitar, antara lain penyediaan air irigasi untuk luas lahan 55.373 hektare, penyediaan air baku sebesar 2.482 liter per detik untuk Kota Bandar Lampung, Branti dan Kota Metro.

"Kehadiran bendungan ini memiliki manfaat untuk penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Pringsewu Selain itu, kehadiran bendungan tersebut dapat digunakan sebagai pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Tidak hanya itu, kehadiran bendungan diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam melalui irigasi sehingga diharapkan dengan selesainya pembangunan bendungan ini nanti dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemic Covid-19," kata Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa dalam keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).

Selain itu, bendungan tersebut dapat berfungsi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohida ("PLTM") dengan daya sebesar 5,4 MW (2 x 2,7 MW).

Di samping itu, dengan dibangunnya bendungan juga bermanfaat sebagai wisata air dan pelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya. Bendungan yang memiliki kapasitas efektif sebesar 68 juta meter per kubik ini dibangun sejak tahun 2016 selama 5 (lima) tahun.

"Kehadiran Bendungan Way Sekampung di Provinsi Lampung tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Pekerjaan pembangunan bendungan ini tidak dihentikan oleh Pemerintah selama masa pandemic Covid-19 dimana hal tersebut dilakukan untuk menjaga target penyelesaian PSN serta menjaga kesinambungan roda perekonomian Indonesia," tambahnya.

(das/zlf)