Genjot Bisnis, Bandara Kertajati Akan Buka Bengkel Pesawat

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 29 Mar 2021 20:15 WIB
Bandara Kertajati sudah beroperasi sejak beberapa bulan lalu. Yuk lihat dari dekat berbagai sisi bandara ini.
Foto: Rachman Haryanto: Bandara Kertajati/Bandara Internasional Jawa Barat
Jakarta -

Pemerintah akan mengembangkan bisnis non penumpang di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Salah satunya adalah bisnis perawatan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

Rencana itu sudah disepakati dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pengembangan bandara yang dikenal juga dengan sebutan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) itu.

"Yang paling strategis kita mengusulkan agar Kertajati difungsikan pada fungsi-fungsi yang lain yaitu MRO," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (29/3/2021).

Budi mengatakan sudah berdiskusi dengan TNI AU agar bisa melakukan perawatan pesawat milik TNI di Bandara Kertajati. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk untuk membuka bengkel perawatan pesawat di Bandara Kertajati.

"Bahkan GMF sudah mendapatkan license untuk memperbaiki pesawat yang bermerek dari USA. Nah oleh karenanya kita akan segera bangun dan kita akan kembangkan pada lahan-lahan yang sudah dimiliki dan ini akan kita lakukan dengan cepat," tambahnya.

Budi melanjutkan, Jokowi juga menginstruksikan agar tak hanya pesawat milik TNI saja yang melakukan perawatan di Bandara Kertajati, tapi juga instansi pemerintahan lainnya seperti Basarnas, Kemenhub hingga Kepolisian.

"Selain itu kita juga menginginkan MRO ini menjadi suatu MRO tidak saja untuk pemerintah tapi yang akan datang akan digunakan MRO untuk pesawat private yang selama ini melakukan perawatan di luar negeri," tambahnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menambahkan, dia telah melaporkan ke Jokowi bahwa ada pihak penerbangan internasional di Asia yang juga berminat untuk membuka MRO maskapainya di Bandara Kertajati.

"Jadi alhamdulillah satu frekuensi. Termasuk Bapak Presiden mengarahkan agar PTDI dan PT Pindad itu dipindahkan juga ke kawasan Aero City Kertajati. Sehingga kawasan PTDI dan PT Pindad di Bandung bisa diubah untuk bisnis yang relevan terhadap wilayah geografisnya yaitu pariwisata," tutur Ridwan Kamil.

(das/hns)