Bandara Haji Muhammad Sidik Jadi Sokongan Proyek Food Estate

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 30 Mar 2021 13:31 WIB
Bandara Haji Muhammad Sidik di Kalimantan Tengah diresmikan.
Foto: Dok. Kementerian Perhubungan
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin hari ini ikut meresmikan Bandara Haji Muhammad Sidik di Kalimantan Tengah. Ma'ruf mengatakan bandara ini dibangun sejalan dengan pembangunan food estate di Kalimantan Tengah.

Nantinya bandara ini akan menjadi sarana pendukung transportasi dari dan menuju food estate. Apalagi Ma'ruf juga mengatakan food estate adalah program strategis nasional.

"Pengadaan bandara ini juga sejalan dengan pembangunan lumbung pangan di Kalimantan Tengah. Kita ada food estate di Kalteng yang menjadi program strategis nasional," ujar Ma'ruf dalam sambutannya, Selasa (30/3/2021).

Ma'ruf meminta Kementerian Perhubungan dan pihak terkait untuk mengelola bandara ini dengan baik. Dia berharap bandara ini mampu memberikan kontribusi positif pada bisnis pariwisata hingga pertambangan di Kalimantan Tengah.

"Saya berharap bandara ini dikelola dengan baik dan mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung pergerakan ekonomi, industri pariwisata, dan pertambangan. Misalnya tambang batu bara dan emas, dan juga sawit. Saya harap ini menjadi lebih bisa dikembangkan," papar Ma'ruf.

Dia juga memberikan pesan agar bandara ini menjalin kerja sama yang baik dengan para perusahaan maskapai penerbangan. Khususnya dalam rangka menyediakan layana kargo bagi produk lokal untuk didistribusikan secara nasional.

"Saya berharap kerja sama dengan maskapai penerbangan juga dijalin dengan baik. Demikian juga dengan layanan kargonya, sehingga komoditas dan produk dari Kalteng bisa didistribusikan ke berbagai wilayah," ujar Ma'ruf.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga mengatakan bandara ini bisa mengoptimalkan konektivitas menuju kawasan food estate di Kalimantan Tengah.

"Konektivitas Muara Teweh ini diharapkan bisa ke Kalimantan Barat, Jawa Timur, kalau perlu diharapkan juga ke Jakarta. Kita juga yakin bahwa bandara ini bisa jadi bagian konektivitas food estate bisa lebih maksimal," ujar Budi Karya dalam sambutannya.

Budi Karya juga menjelaskan bandara ini dikembangkan dengan biaya sebesar Rp 380 miliar. Secara teknis, bandara ini memiliki runway alias landasan pacu sepanjang 1.400 meter dengan lebar 30 meter. Total kapasitas penumpang bandara Haji Muhammad Sidik sebesar 50 ribu orang per tahun.

Simak juga Video: Ini Bandara yang Akan Pakai GeNose Mulai 1 April

[Gambas:Video 20detik]



(hal/eds)