Hasil Rapat Dipimpin Jokowi: Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 01 Apr 2021 08:15 WIB
Bandara Kertajati Majalengka
Foto: Bima Bagaskara
Jakarta -

Pemerintah berencana membuka bisnis perawatan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) atau bengkel pesawat di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Hal itu disepakati bersama dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) pengembangan kawasan Bandara Kertajati, Senin (29/3/2021).

Hal itu merupakan bagian dari rencana pemerintah dalam mengembangkan bisnis non penumpang di Bandara tersebut.

"Yang paling strategis kita mengusulkan agar Kertajati difungsikan pada fungsi-fungsi yang lain yaitu MRO," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (29/3/2021).

Budi mengatakan sudah berdiskusi dengan TNI AU agar bisa melakukan perawatan pesawat milik TNI di Bandara Kertajati. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk untuk membuka bengkel perawatan pesawat di Bandara Kertajati.

"Bahkan GMF sudah mendapatkan license untuk memperbaiki pesawat yang bermerek dari USA. Nah oleh karenanya kita akan segera bangun dan kita akan kembangkan pada lahan-lahan yang sudah dimiliki dan ini akan kita lakukan dengan cepat," tambahnya.

Budi melanjutkan, Jokowi juga menginstruksikan agar tak hanya pesawat milik TNI saja yang melakukan perawatan di Bandara Kertajati, tapi juga instansi pemerintahan lainnya seperti Basarnas, Kemenhub hingga Kepolisian.

"Selain itu kita juga menginginkan MRO ini menjadi suatu MRO tidak saja untuk pemerintah tapi yang akan datang akan digunakan MRO untuk pesawat private yang selama ini melakukan perawatan di luar negeri," tambahnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menambahkan, dia telah melaporkan ke Jokowi bahwa ada pihak penerbangan internasional di Asia yang juga berminat untuk membuka MRO maskapainya di Bandara Kertajati.

"Jadi alhamdulillah satu frekuensi. Termasuk Bapak Presiden mengarahkan agar PTDI dan PT Pindad itu dipindahkan juga ke kawasan Aero City Kertajati. Sehingga kawasan PTDI dan PT Pindad di Bandung bisa diubah untuk bisnis yang relevan terhadap wilayah geografisnya yaitu pariwisata," tutur Ridwan Kamil.

(hns/hns)

Tag Terpopuler