Heboh Mau Jadi Bengkel Pesawat, Begini Kondisi Bandara Kertajati

Danang Sugianto, Bima Bagaskara - detikFinance
Sabtu, 03 Apr 2021 07:00 WIB
Bandara Kertajati Majalengka
Foto: Bima Bagaskara: Bandara Kertajari di Majalengka
Jakarta -

Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat di Majalengka jadi perbincangan hangat. Bukan cuma soal kondisi yang masih sepi, bandara yang menelan biaya pembangunan sekitar Rp 2,6 triliun itu menjadi buah bibir lantaran pemerintah akan menjadikannya sebagai bengkel pesawat atau sebutan kerennya MRO (Maintenance, Repair and Overhaul) .

Rencana tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat terbatas tentang pengembangan kawasan Bandara Kertajati, yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (29/3/2021). Tujuannya agar ada pengembangan bisnis non penumpang di Bandara Kertajati.

"Yang paling strategis kita mengusulkan agar Kertajati difungsikan pada fungsi-fungsi yang lain yaitu MRO," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (29/3/2021).

Budi mengatakan sudah berdiskusi dengan TNI AU agar bisa melakukan perawatan pesawat di Bandara Kertajati. Pihaknya juga berkoordinasi dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk.

Selain itu, menurut Budi, Presiden Jokowi juga meminta tak hanya pesawat milik TNI yang perawatan di Bandara Kertajati, tapi juga instansi pemerintahan lainnya seperti Basarnas, Kementerian Perhubungan hingga Kepolisian.

Menyambut rencana itu, pihak Bandara Kertajati sudah menyiapkan lahan seluas 67 hektare (ha). Rencananya, pembangunan bengkel pesawat tahap pertama di atas lahan seluas 30 ha. Pengerjaannya bisa dikebut dalam waktu satu tahun seiring dengan pengoperasian Tol Cisumdawu.

"MRO tidak rumit, manpower-nya yang penting. GMF sudah memiliki SDM dan sertifikasi untuk MRO. BIJB menyiapkan lahan sesuai masterplan. Jadi, kami membangun MRO juga melayani penerbangan sipil dan komersil kita layani di Kertajati," ujar Direktur Utama PT BIJB Salahudin Rafi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (31/3/2021).

Rafi menambahkan, Bandara Kertajati tetap melayani penumpang meski menjalankan jasa bengkel pesawat.

"Bandara Kertajati tetap sebagai bandara internasional yang melayani penumpang. Namun sambil nunggu normalnya penumpang, upaya yang dilakukan yaitu mempercepat pembangunan dan pengoperasian MRO sesuai arahan Pak presiden dan Gubernur," kata Rafi

Di tengah rencana mau jadi bengkel pesawat. Bagaimana sebenarnya kondisi Bandara Kertajati? Penasaran pengin tahu? Langsung klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3