Benarkah Infrastruktur yang Dibangun Jokowi Ada yang Mubazir?

Tim Detikcom - detikFinance
Minggu, 11 Apr 2021 12:39 WIB
Bandara Kertajati sudah beroperasi sejak beberapa bulan lalu. Yuk lihat dari dekat berbagai sisi bandara ini.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) gencar membangun infrastruktur, mulai dari jalan tol hingga bandar udara (bandara). Tujuan dibangunnya infrastruktur untuk memecut geliat perekonomian Indonesia.

Namun, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Andi Rukman N Karumpa pembangunan infrastruktur bisa menjadi mubazir apabila tak dimanfaatkan dengan baik.

"Ya mubazir, bikin jalan nggak dimanfaatkan karena tidak tumbuh sentra-sentra ekonomi di antara infrastruktur yang harganya triliunan itu," tegas Andi kepada tim Blak-blakan detikcom, Kamis (8/4/2021).

Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad sependapat. Menurutnya, manfaat pembangunan infrastruktur masih relatif kecil.

"Misalnya bandar udara Kertajati, kan belum muncul itu kawasan-kawasan ekonomi di sekitarnya, kemudian industri di sekitarnya itu kan belum. Itu yang saya kira harus menjadi pendorong. Yang kedua misalnya jalur jalan tol yang ke arah Jawa Timur itu juga masih belum begitu (banyak sentra ekonomi dan industri)," kata dia kepada detikcom.

Menurutnya infrastruktur yang dibangun saat ini tidak berdasarkan visi demand (permintaan) melainkan supply (penawaran). Dia mengibaratkan infrastruktur sebagai gula dan sentra ekonomi dan industri sebagai semut.

"Jadi kita buat gulanya dulu ada infrastruktur baru semut. Nah, ini gulanya sudah dibangun tapi semutnya nggak datang-datang terutama di luar Pulau Jawa," sebutnya.

Sementara itu, peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy menilai infrastruktur sejak awal pembangunannya sudah memberikan manfaat ekonomi, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga pemenuhan bahan baku dan alat beratnya.

"Di tahap pembangunan itu dia sudah mulai memberikan efek multiplier terhadap perekonomian. Ketika dalam tahap pembangunan karena misalnya ada pekerja yang di-hire (dipekerjakan), kemudian ada alat-alat berat yang dibeli, ini kan dampak multiplier yang diberikan dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan di masa pemerintahan Jokowi," ujarnya.

Infrastruktur seperti jalan tol, menurutnya juga langsung memberikan manfaat begitu beroperasi, misalnya membantu mobilitas masyarakat dan industri untuk mempercepat distribusi barang, serta lain sebagainya.

"Tetapi kita perlu akui ada juga beberapa infrastruktur yang memang belum terlalu kelihatan dampaknya seperti misalnya pembangunan Bandara Kertajati, kan dia yang tadinya diharapkan dapat membangun daerah kabupaten di sekitarnya tetapi ternyata karena bandaranya sepi tidak digunakan, akhirnya dampaknya belum terlalu kelihatan," jelas Rendy.

Dia juga berpendapat masih sedikit pusat-pusat ekonomi baru di kawasan yang telah dibangun infrastruktur. Jika pun ada rata-rata di Pulau Jawa.

"Tapi yang di Sumatera itu kan memang relatif baru ya (infrastrukturnya) dan saya kira dampak dari pembangunan tol ke munculnya kawasan-kawasan apalagi kalau kita berharap kawasan Industri itu memang membutuhkan waktu," tambahnya.



Simak Video "Deretan Proyek Infrastruktur Jokowi yang Mandek Gegara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(upl/upl)