Penamaan Tol Japek Layang Timbal Balik Nama Jalan Jokowi di Abu Dhabi?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 12 Apr 2021 11:04 WIB
Nama tokoh Indonesia yang menjadi nama jalan di negara sahabat kini bertambah lagi. Presiden Joko Widodo kini punya jalan sendiri di Abu Dhabi.
Foto: KBRI UEA
Jakarta -

Pemerintah baru saja mengabadikan nama Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan pada Jalan Tol Jakarta Cikampek Layang. Sejak pagi ini, nama jalan tol layang terpanjang di Indonesia itu berubah menjadi Jalan MBZ Sheikh Mohamed bin Zayed.

Sebelumnya nama Presiden Joko Widodo pun pernah diabadikan pada sebuah jalan di pusat kota Abu Dhabi oleh pemerintah UEA. Hal itu dilakukan pada Oktober 2020 yang lalu.

Dalam catatan detikcom, Jalan Presiden Joko Widodo berada di salah satu ruas jalan utama. Jalan itu membelah kawasan ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dengan Embassy Area, kawasan yang ditempati sejumlah Kantor Perwakilan Diplomatik.

Lalu, apakah penamaan Sheikh Mohamed pada jalan tol Japek Layang jadi timbal balik usai nama Presiden Jokowi menjadi nama jalan di Abu Dhabi?

Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono menyatakan bahwa benar penamaan Jalan MBZ di Jalan Tol Japek Layang adalah untuk membalas budi atas penamaan Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi. Heru menyebutnya sebagai upaya resiprokal atau saling berbalasan.

"Iya resiprokal," ujar Heru lewat pesan singkat kepada detikcom, Senin (12/4/2021).

Dalam peresmian nama Jalan MBZ Sheikh Mohamed bin Zayed, Menteri Sekretaris Negara Pratikno pun sempat menyinggung penamaan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi.

Dia pun mengatakan latar belakang pemerintah menamai Jalan Tol Japek Layang menjadi Jalan MBZ karena menghormati hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dengan UEA, khususnya dengan Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed.

"Sebelumnya, nama jalan Presiden Joko Widodo dicanangkan di Abu Dhabi pada sebuah jalan utama yang strategis antara Abu Dhabi National Exhibition Center menuju ke arah kompleks kedutaan," papar Pratikno dalam acara peresmian yang disiarkan di YouTube.

"Ini penghormatan bangsa Indonesia yang diberikan kepada pemerintah UEA, khususnya untuk Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Jadi itu lah latar belakang perubahan nama ini," lanjutnya.

(hal/zlf)