3 Fakta Tol MBZ, Disambut UEA-Dikritik Fadli Zon

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 18:30 WIB
Kendaraan melintasi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed di Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/4/2021).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek telah resmi ganti nama menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Sheikh MBZ merupakan pangeran mahkota Abu Dhabi yang menguasai Uni Emirat Arab (UEA).

Perubahan nama tol tersebut diresmikan kemarin oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan dihadiri Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri, Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab Husin Bagis, dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur.

Berikut fakta-fakta terkait nama baru tol tersebut:

1. Bentuk Persahabatan RI-UEA

Menurut Pratikno latar belakang penamaan Sheikh Mohamed menjadi Jalan Tol Japek Layang adalah untuk menghargai hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dengan UEA.

Terlebih lagi, dia mengatakan nama Presiden Joko Widodo sebelumnya juga sudah diabadikan menjadi salah satu nama jalan di pusat ibu kota Abu Dhabi. Penamaan MBZ pada jalan tol layang ini dinilai sebagai penghormatan untuk UEA.

"Ini penghormatan bangsa Indonesia yang diberikan kepada pemerintah UEA, khususnya untuk Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Jadi itu lah latar belakang perubahan nama ini," katanya kemarin.

2. Dikritik Fadli Zon

Politisi Fadli Zon mempertanyakan jasa Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) terhadap Indonesia. Pertanyaan itu merespons keputusan pemerintah mengubah nama Tol Layang Jakarta-Cikampek menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed.

"Apa jasa Mohammed bin Zayed (MBZ) bagi Indonesia?" cuit Fadli Zon melalui akun Twitter resminya @fadlizon dikutip detikcom, Selasa (13/4/2021).

Dia menyarankan pemerintah meninjau kembali perubahan nama tersebut dan mempertimbangkan nama pahlawan Indonesia yang berjasa terhadap negara.

3. Investasi UEA Makin Moncer

Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al-Mazrouei mengatakan saat ini UEA memiliki sejumlah proyek menjanjikan yang akan memperkuat hubungan bilateral menjadi hubungan strategis yang komprehensif dan berkelanjutan.

"Kami di UEA sangat ingin memastikan bahwa investasi kami berada di area yang berkontribusi dalam menyediakan infrastruktur dan layanan sehari-hari untuk membuat perbedaan bagi warga negara Indonesia dalam aktivitas sehari-harinya," kata Al-Mazrouei dilansir detikcom dari Arab News, Selasa (13/4/2021).

Dia mengatakan itu setelah Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan perubahan nama Tol Layang Jakarta-Cikampek menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed. Hal itu dianggap sebagai penghargaan atas peran kemanusiaan dan kontribusi luar biasa untuk negara-negara Arab dan Islam.

(toy/fdl)