Budong-Budong, Bendungan Pertama di Sulbar Mulai Dibangun

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 17 Apr 2021 11:25 WIB
Desain  Bendungan Budong-Budong
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar). Bendungan ini menjadi yang pertama di Sulbar dan menjadi proyek strategis nasional (PSN).

Bendungan Budong-Budong dibangun sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 untuk menambah jumlah tampungan air dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan air.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan Bendungan Budong-Budong menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mengejar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing melalui infrastruktur.

"Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani," kata Basuki dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (17/4/2021).

Bendungan Budong-Budong dibangun dengan kapasitas tampungan 65,18 juta meter kubik dengan peningkatan daerah irigasi (DI) seluas 3.577 hektare.

Desain  Bendungan Budong-BudongDesain Bendungan Budong-Budong Foto: Dok. Kementerian PUPR

Bendungan ini juga memiliki potensi manfaat air baku sebesar 410 liter per detik. Kabupaten Mamuju Tengah sebagai daerah yang berkembang, diperkirakan akan banyak kegiatan pembangunan baik di bidang pertanian lahan basah maupun kegiatan industri yang membutuhkan air baku dari bendungan.

Selain irigasi dan penyediaan air baku, pembangunan bendungan ini juga sangat diperlukan sebagai pengendali banjir untuk kawasan rawan bencana seperti Kecamatan Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan mereduksi 60 persen dari 341,59 meter kubik per detik menjadi 106,76 meter kubik per detik.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR Taufik mengatakan, konstruksi pembangunan bendungan ini telah dimulai sejak Desember 2020 dan ditargetkan selesai pada Desember 2023 sesuai kontrak. "Saat ini masih penyelesaian pembebasan lahan untuk mendukung kelancaran konstruksi fisik," ujar Taufik.

Bendungan Budong-Budong akan dibangun dengan membendung Sungai Salulebbo yang merupakan anak Sungai Budong-Budong. Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT. Abipraya-Bumi Karsa, KSO dan Konsultan Supervisi PT. Indra Karya - PT. Tuah Agung Anugrah - PT. Ciriajasa E.C, KSO dengan anggaran sebesar Rp1,02 triliun.

Desain  Bendungan Budong-BudongDesain Bendungan Budong-Budong Foto: Dok. Kementerian PUPR

Kabupaten Mamuju Tengah sendiri memiliki luas wilayah 306.527 kilometer persegi yang didominasi dengan lahan kering sekitar 38 persen dan sekitar 24 persen lahan kering sekunder. Kabupaten ini terdiri dari lima kecamatan yakni Kecamatan Tobadak, Pangale, Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan komoditas unggulan seperti tanaman pangan padi dan palawija serta perkebunan sawit, kakao, kelapa, jeruk, kopi, tanaman obat, dan aromatika (nilam).

Secara administratif, Bendungan Budong-Budong berada di Desa Salulebo, Kecamatan Topoyo dengan daerah layanan meliputi Daerah Irigasi Tobadak, Sulobaja, Bambadaru, Sallogata, Tinali, Barakkang, dan Lembah Hada.

(hek/hns)