Biden Ajukan Proyek Infrastruktur Rp 28.000 T, Warga AS Setuju?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 26 Apr 2021 11:26 WIB
Joe Biden (Brendan Smialowski/AFP/Getty Images)
Foto: Brendan Smialowski/AFP/Getty Images
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memiliki rencana besar merenovasi infrastruktur transportasi, sistem air, broadband, dan manufaktur. Ia juga memiliki misi kuat untuk memerangi perubahan iklim. Rencana yang masuk dalam proposal infrastruktur itu diperkirakan menghabiskan dana US$ 2 triliun atau setara Rp 28.959 triliun (kurs Rp 14.479).

Atas rencana itu, NBC News menggelar jajak pendapat alias polling yang digelar sejak 17 April hingga 20 April 2021. Ada 1.000 orang dewasa yang menjadi responden, yang tersebar di seluruh wilayah AS.

Dilansir dari CNBC, Senin (26/4/2021), hasil polling menunjukkan 59% responden menyetujui dan menilai proyek itu bagus. Sementara, 21% tidak setuju, dan 19% tidak memiliki pendapat.

Selain itu, responden juga setuju dengan rencana Biden mengajukan bantuan tambahan untuk penanganan pandemi COVID-19 senilai US$ 1,9 triliun atau setara Rp 27.511 triliun. Paket bantuan itu diberikan kepada warga AS dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) dan juga perpanjangan asuransi pengangguran. Paket tersebut telah disahkan sejak Maret lalu.

Hasil polling menunjukkan, 46% warga AS menyetujui paket bantuan tersebut, 25% mengatakan paket bantuan itu adalah ide yang buruk, dan 26% tidak punya pendapat.

Biden juga mendapat nilai tinggi atas penanganannya terhadap pandemi virus Corona dengan 69% responden mendukungnya. Lalu, 52% responden menilai Biden telah menangani pemulihan ekonomi dengan baik.

Dari isu sosial, Biden dinilai bisa mempersatukan negara oleh 52% responden. Lalu, 49% responden menilai Biden mampu menangani persoalan hubungan ras di Negeri Paman Sam itu.

Namun, responden kurang senang dengan cara Biden menangani hubungan dengan China, mulai dari persoalan senjata, keamanan perbatasan, dan imigrasi. Polling juga menunjukkan bahwa 80% orang masih percaya bahwa sebagian besar AS terpecah, meskipun Biden berjanji untuk menyatukan negara tersebut.

Pada intinya, 53% responden menyukai kinerja Biden sebagai Presiden AS. Responden itu sebagian besar berasal dari Partai Demokrat dengan persentase 90%, 61% independen, dan 9% dari Partai Republik. Sementara itu, 39% sisanya tidak suka dengan kinerja Biden.

Simak juga 'Komitmen AS Menuju Jalur Ekonomi Tanpa Emisi di Tahun 2050':

[Gambas:Video 20detik]



(vdl/zlf)