WN China Masuk RI Kerja di Proyek Strategis, Jubir Luhut Buka Suara

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 08 Mei 2021 17:00 WIB
Pasca Lebaran, proyek pembangunan sejumlah ruas tol kembali bergeliat. Salah satunya proyel pembangunan Tol Becakayu Seksi 2A.
Foto: Jubir Menko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance)
Jakarta -

Sebanyak 85 warga negara (WN) China yang masuk ke Indonesia per 4 Mei lalu disebut untuk bekerja di Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain itu, WNA yang diizinkan masuk RI punya tujuan esensial seperti bekerja untuk objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut.

Hal ini menjadi sorotan di tengah pembatasan yang tengah dilakukan pemerintah. Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi buka suara terkait hal tersebut.

Menurutnya, kebutuhan akan tenaga kerja asing tentu tak terelakkan. Sebab, ada peran investor juga dalam beberapa pengerjaan PSN di Tanah Air.

"Kalau soal TKA mana yang bekerja di PSN tertentu tergantung dari investornya. Kalau investornya dari China ya wajar saja mereka bawa TKA skill tertentu untuk penyelesaian proyeknya," ujar Jodi kepada detikcom, Sabtu (8/5/2021).

Akan tetapi, ia memastikan selalu ada porsi pekerjaan buat tenaga kerja lokal. Porsinya pun disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.

"Selama itu dikombinasikan dengan tenaga lokal dan komposisinya diatur sesuai peraturan yang berlaku di negara kita," sambungnya.

Ia mengungkapkan pemerintah Indonesia juga menerapkan sistem serupa saat menanamkan investasi di luar negeri.

"Begitu juga investasi kita di luar negeri, kita sering bawa juga Pekerja Migran Indonesia kok," ungkapnya.

Untuk itu, menurutnya kedatangan WN China ke Indonesia untuk PSN tidak ada sangkut pautnya dengan motif politik.

"Kalau kita suka mempermasalahkan investasi asing karena motif politik, jangan nyesal kalau nanti para investor hengkang," imbuhnya.

Untuk diketahui, 85 WN China bersama 3 WNI yang masuk ke Indonesia beberapa hari lalu itu datang dengan pesawat charter dengan nomor penerbangan CZ8353 dari Shenzhen. Para rombongan itu tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.55 WIB.

Saat tiba, puluhan WN China dan 3 WNI tersebut langsung menjalani pemeriksaan oleh KKP Kemenkes. Setelah itu dilakukan pengecekan sesuai prosedur.

(ara/ara)