ADHI Bidik Proyek Tol JORR Express hingga Rel Commuter di Filipina

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 19:15 WIB
PT Adhi Karya telah merampungkan pembangunan jembatan 2 longspan. Maka secara struktur proyek LRT Jabodebek lintas pelayanan 1 telah tersambung.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Adhi Karya (Persero) Tbk tahun ini mengincar beberapa proyek baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya proyek tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) ruas Cukinir-Ulujami atau JORR Express.

Direktur Operasi 1 ADHI, A Suko Widigdo menjelaskan, perusahaan sudah mengikuti proses tender untuk proyek jalan tol JORR Express tersebut, termasuk untuk tender proses pengadaan konstruksinya.

"Terkait tol yang akan diikuti tahun ini jadi yang sudah barusan kita dapat Tol Cisumdawu paket 5A. Kemudian tahun ini kita sedang ikut tender investasi untuk JORR Express. Kemudian tahun ini juga kita ikut di proses pengadaan konstruksinya untuk JORR Express," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/5/2021).

Direktur Operasi 2 ADHI, Pundjung Setya Brata menambahkan untuk proyek di luar negeri perusahaan mengincar proyek-proyek yang telah menjadi keahlian perusahaan yakni railway dan engineering construction. Salah satu proyek yang tengah diincar adalah jalur rel commuter line di Filipina.

"Saat ini kita akan mengikuti 6 paket pekerjaan railway commuter line di Filipina. Di situ ada 6 paket, dan tendernya di tahun ini. Diharapkan tahun depan setidaknya kita bisa mendapatkan 1 kontrak bidang railway di Filipina di tahun 2022," ucapnya.

Tak hanya itu, ADHI juga mengincar proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2 yaitu untuk CP 202. Perusahaan sudah mengajukan proposal teknik bulan lalu, dan saat ini dalam tahap negosiasi untuk proposal komersial.

"Betul sekali, saat ini yang sudah kita peroleh kontraknya CP 201 dan sudah konstruksi. Dapat dilihat progresnya sudah berjalan yaitu pembangunan stasiun Sarinah atau stasiun Thamrin yang merupakan stasiun interchange, kemudian stasiun Monas. Untuk CP 202 kita harapkan di Juli sudah ada hasil negosiasi itu," ucapnya.

Sementara itu hingga April 2021, ADHI mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 3,6 triliun. Kontrak baru itu meliputi lini bisnis Konstruksi & Energi sebesar 89%, Properti sebesar 10% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 29%, jalan dan jembatan sebesar 29%, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalan kereta api, dan proyek-proyek EPC sebesar 42%. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari Pemerintah sebesar 70%, BUMN sebesar 22%, sementara swasta/Lainnya sebesar 8%.

(das/dna)