Menhub Ajak Pengusaha Garap Proyek Pelabuhan-Kereta

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 19:49 WIB
Komisi V DPR RI menggelar rapat kerja (raker) dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hingga Sriwijaya Air, di ruang Komisi V Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (03/02/2021). Rapat yang dimulai pada pukul 13.00 WIB, membahas terkait kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.
Foto: Rengga Sancaya: Menhub Budi Karya Sumadi
Jakarta -

Pemerintah gencar membangun infrastruktur khususnya di sektor perhubungan. Meski di tengah pandemi COVID-19, beberapa proyek terus berjalan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengajak pihak swasta untuk berinvestasi di proyek pemerintah seperti pelabuhan hingga proyek kereta yang sedang dibangun. Pasalnya, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak mungkin bisa mencukupinya.

"Saya mengajak para investor untuk melaksanakan proyek-proyek KPBU (Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha) dan creative financing yang lainnya," katanya di The Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (3/6/2021).

Hal itu disampaikan Budi Karya dalam Penandatanganan Perjanjian Fasilitas Pinjaman Berjangka Senior dan Pembiayaan Musyarakah Mutanaqisah (MMq) untuk Pembangunan Prasarana Kereta Api Makassar-Parepare.

Perjanjian skema KPBU ini, kata Menhub, merupakan pertama kalinya yang dilakukan untuk proyek perkeretaapian.

"Kita berhasil membangun kereta api yang dibangun oleh swasta, prasarana, selama ini pemerintah yang membangun. UU-nya itu sudah diamanahkan 2007, berarti 14 tahun akhirnya kita bisa laksanakan," imbuhnya.

Selain proyek Kereta Api Makassar-Parepare, Budi menyebut proyek lainnya yang akan dibiayai dengan skema KPBU adalah Pelabuhan Ambon di Maluku, Pelabuhan Tanjung Carat di Sumatera Selatan, Pelabuhan Anggrek di Gorontalo, dan Pelabuhan Garongkong di Sulawesi Selatan.

Sementara untuk sarana dan prasarana kereta api, akan ada proyek di Palembang, Lampung, dan di Kalimantan Tengah.

"Bila swasta punya minat untuk berinvestasi, kami bersedia untuk membantu tentu dibantu oleh Kementerian Keuangan dan konsultannya. InsyaAllah ini bisa memberikan warna baru dalam membuat investasi infrastruktur yang berkelanjutan," tutur Menhub.

(aid/hns)