China Pastikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kelar Sesuai Jadwal

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 08 Jun 2021 12:53 WIB
Begini proses pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Kabupaten Bandung Barat. Di kawasan Ngamprah, tiang-tiang penyangga untuk kereta cepat ini berdiri.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Pemerintah Republik Rakyat China memastikan penyelesaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal. Komitmen ini diungkapkan dalam pertemuan tingkat tinggi antara Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menko Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam keterangan resmi di website Kemenlu China, dijelaskan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masuk ke dalam program Belt and Road Initiative (BRI). Pihak China menyatakan akan meningkatkan kerja sama dengan Indonesia untuk menyelesaikan proyek kereta cepat.

"Kedua belah pihak akan lebih menyelaraskan BRI dan visi Poros Maritim Global untuk memastikan penyelesaian kereta api cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal," bunyi keterangan Kemenlu China, dikutip detikcom dari website resmi fmprc.gov.cn, Selasa (8/6/2021).

China dan Indonesia juga sepakat untuk bekerja membentuk Koridor Ekonomi Komprehensif Regional dan memulai efektivitas kerja sama lainnya di bawah program BRI.

Kedua belah pihak juga disebut akan mempercepat pembangunan platform kerja sama baru 'Dua negara, Taman Kembar'. Kerja sama ini akan mengeksplorasi arah baru untuk kerja sama di kawasan industri hijau, dan menyediakan mesin baru untuk konstruksi bersama berkualitas tinggi.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sendiri digarap oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan Indonesia dan China.

KCIC merupakan perusahaan patungan antara konsorsium BUMN yang bernama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan China di bawah Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Dengan kepemilikan Indonesia sebesar 60% dan China 40%.

Dalam konsorsium Indonesia, PT Wijaya Karya (Persero) memiliki 38% sebagai kepemilikan terbesar di PT PSBI. Sisanya dimiliki oleh PT Kereta Api (Persero) 25%, PT Perkebunan Nusantara VII 25%, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk 12%.

Proyek ini ditargetkan rampung akhir 2022, dan akan diuji coba per bulan November 2022. Progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 74% per Mei 2021.

Setelah uji coba di November 2022, tahun 2023 Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan beroperasi secara komersial.

Mengenai anggaran kereta cepat Jakarta Bandung, sampai saat ini belum ada nilai pastinya berapa. Yang jelas, beberapa waktu lalu beredar kabar anggaran proyek ini membengkak hingga 23%, nilai awal proyek ini adalah US$ 6,07 miliar.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pun tidak membantah adanya pembengkakan yang terjadi para proyeknya. Namun, menurut Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya, informasi itu masih dikaji tim ahli.

"Informasi yang beredar mengenai pembengkakan biaya tengah dalam proses pengkajian ulang Feasibility Study (FS) yang didampingi oleh tim ahli dan konsultan," ujar Mirza kepada detikcom, Kamis (25/3/2021).

Menurut Mirza, kalau memang benar terjadi pembengkakan biaya, hal itu tentu dipengaruhi oleh faktor inflasi apalagi ada pandemi yang menyebabkan krisis global.

"Feasibility Study (FS) untuk pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung dilakukan di awal tahun 2015. Seiring dengan berjalannya waktu, ada inflasi yang terjadi dan tak terduga, khususnya inflasi yang terpengaruh dari krisis global pandemi COVID-19," ungkap Mirza.



Simak Video "Melihat Via Udara Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)