Bocoran Proyek Air Minum yang Mau Dibangun Jokowi Tahun Depan

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 09 Jun 2021 13:08 WIB
Pembangunan SPAM Umbulan untuk menambah pasokan air bersih perpipaan dilakukan pada 5 kota/kabupaten sudah mencapai 98,22%.
Ilustrasi/Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Pemerintah berencana membangun 4 proyek air minum atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun depan. Beberapa proyek air minum yang sudah ada alokasi anggarannya melalui pinjaman dan atau hibah luar negeri (PHLN) meliputi SPAM Huntap Tondo 1, Tondo 2 dan Talise Kota Palu, SPAM Huntap Pombewe Kabupaten Sigi (Sulteng), SPAM IKK Barombong Kabupaten Gowa (Gorontalo) dan SPAM Regional Wosusokas (Jateng).

Untuk membangun keempat proyek SPAM di atas bersama dengan proyek air minum lainnya telah disiapkan anggaran di Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 2,01 triliun.

"Untuk air minum kami fokuskan untuk pembangunan SPAM 110 liter/detik, ada PHLN juga MYC (multi-years contract). Kemudian perluasan SPAM 12.800 SR (sambungan rumah) untuk PHLN, MYC, dan kegiatan baru, juga SPAM yang berbasis masyarakat untuk 210.400 SR," ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu (9/6/2021).

Selain itu, Dirjen Cipta Karya berencana membangun 6 proyek SPAM lainnya yaitu SPAM IKK Seulimeum Kab. Aceh Besar (Aceh), SPAM Pulau Penyengat Kota Tj. Pinang (Kepri), SPAM Binjai Hulu Kab. Sintang, SPAM IKK Galing Kab. Sambas, SPAM Loa Kulu, Kab. Kutai Kartenegara, dan SPAM Kampung Kokas Kab. Maybrat (Papua Barat).

Akan tetapi, untuk 6 SPAM ini dan kegiatan sektor air minum lainnya belum terakomodir anggaran. Sehingga, belum ada kepastian apakah keenam proyek SPAM tersebut ikut dibangun tahun depan atau tidak. Untuk membangun keenam proyek SPAM itu, Dirjen Cipta Karya membutuhkan tambahan alokasi dana sebesar Rp 3,91 triliun.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil rapat kerja sebelumnya telah diputuskan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR hanya bisa mendapatkan anggaran sebesar Rp 12,5 triliun untuk tahun 2022. Dari total anggaran tersebut, Dirjen Cipta Karya mengalokasikan Rp 2,01 triliun untuk sektor air minum, lalu Rp 2,08 triliun untuk sektor sanitasi, Rp 2 triliun untuk sektor penataan dan kawasan pemukiman (PKP), Rp 1,4 triliun untuk sektor bangunan gedung (BBG), serta sebesar Rp 3,8 triliun untuk sektor pembangunan, rehabilitasi & renovasi sarana prasarana pendidikan.

Sisanya sebesar Rp 0,02 triliun untuk sektor prasarana strategis seperti sarana olahraga dan pasar, dan sebanyak Rp 1,09 triliun untuk sektor KI, sektor BTPP, sektor SSPIP, dan sektor Setditjen.

Tonton juga Video: Resmikan SPAM Umbulan di Pasuruan, Jokowi: Air Langsung Bisa Dimanfaatkan

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)