Proyek MRT Jakarta Rute Fatmawati-TMII Dibidik Korea

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 14 Jun 2021 15:45 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bakal membangun proyek baru LRT dan MRT di 5 kota. Penasaran?
Foto: Dok. BKIP Kemenhub: Menhub Budi Karya Sumadi bertemu Dubes Korea Selatan. Bahas LRT Bali dan MRT Jakarta
Jakarta -

MRT Jakarta akan terus diperluas jangkauannya. Salah satu rute yang akan dibangun adalah dari kawasan Fatmawati menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Proyek ini bahkan sudah dilirik Korea Selatan (Korsel). Minat Korsel tersebut terungkap dalam pertemuan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan Duta Besar Korsel untuk Indonesia Park Tae-Sung. Pihak Korsel tertarik bekerja sama dalam proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 4 rute Fatmawati-TMII.

Rute ini hadir sesuai hasil kajian prastudi kelayakan (pre feasibility study) yang dilakukan PT MRT Jakarta pada tahun 2020.

"Kami menyambut baik keinginan pihak Korsel untuk terlibat dalam pembangunan kereta api di Bali dan Jakarta," kata Budi Karya dalam keterangan tertulis, Senin (14/6/2021).

PT MRT Jakarta saat ini sedang menawarkan pembangunan rute Fatmawati-TMII untuk dikerjasamakan dengan skema KPBU. Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pihaknya akan mulai melakukan market sounding dan pencarian dana tahun ini.

Pihaknya akan menawarkan paket-paket pembangunan MRT Jakarta rute Fatmawati-Taman Mini kepada swasta yang berminat untuk bekerja sama. Selain itu akan ada juga penerbitan obligasi untuk membiayai proyek ini.

Adapun proyek MRT Fatmawati-Taman ini ditaksir akan menelan biaya sebesar Rp 25-28 triliun. Rencananya proyek bisa dimulai 2022 dan selesai 2027.

"Pra feasibility study sudah dilakukan, feasibility study-nya akan kita lakukan tahun ini dan melakukan desain. MRT Fatmawati-TMII berdasarkan pre feasibility study diperkirakan sekitar Rp 25-28 triliun," ujar William dalam forum jurnalis virtual, Selasa (5/1/2021).

Selain MRT Jakarta, Korsel juga berminat berkerja sama di proyek lain. Mulai dari pembangunan LRT Bali, pengembangan Bandar Udara Hang Nadim di Batam, hingga penggunaan mobil listrik.

Korsel juga tertarik untuk melakukan kerja sama dalam pengembangan jalur Kereta Api angkutan batubara di Sumatera bagian selatan, tepatnya di Lahat - Tarahan dan jalur Kereta Api di Kalimantan Tengah dengan rute Purukcahu-Bangkuang.

(hal/hns)