Korsel 'Naksir' 3 Proyek Infrastruktur RI Ini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 15 Jun 2021 07:00 WIB
Infografis Korea Incar Proyek
Foto: Infografis detikcom/Mindra Purnomo
Jakarta -

Rencana pembangunan LRT Bali dan MRT Jakarta jadi isu utama yang dibicarakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Park Tae-Sung. Keduanya melakukan pertemuan hari ini untuk membahas beragam kerja sama di sektor perhubungan.

Pembahasan soal proyek LRT Bali menjadi isu utama yang dibahas, bahkan Korsel sudah melakukan kajian rute untuk proyek LRT Bali. Selain itu, ada juga pembicaraan peluang kerja sama dengan Korsel untuk proyek MRT Jakarta fase 4, yang rencananya memiliki rute Fatmawati-Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Kami menyambut baik keinginan pihak Korsel untuk terlibat dalam pembangunan kereta api di Bali dan Jakarta," kata Budi Karya dalam keterangan tertulis, Senin (14/6/2021).

Berikut ini 3 pembahasan yang dibahas Menhub dan Dubes Korsel:

1. LRT Bali

Budi Karya menjelaskan, saat ini Pemprov Bali telah bekerja sama dengan Korsel melalui Korea National Railway untuk menyusun kajian prastudi kelayakan (pre feasibility study). Kajian ini berisikan rencana pembangunan LRT dengan rute Bandara Ngurah Rai-Seminyak sepanjang 9,46 km.

Hasilnya, proyek LRT Bali, berdasarkan hasil kajian tersebut dibagi menjadi dua fase yaitu, Fase 1-A rute Bandara - Stasiun Central Park sepanjang 5,3 KM dan Fase 1-B rute Stasiun Central Park-Seminyak sepanjang 4,16 km.

Selain itu, proyek LRT Bali fase kedua juga ikut dikaji, yaitu untuk rute Seminyak-Mengwitani. Rencana LRT di Bali saat ini akan menunggu restu Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) untuk memasukkan moda transportasi ini ke dalam Rencana Mobilitas Perkotaan.

"Sesuai saran dari Bappenas, kami masih harus menunggu Bappenas menyelesaikan penyusunan Rencana Mobilitas Perkotaan di akhir tahun 2021," kata Budi Karya.

2. MRT Jakarta Rute Fatmawati-Taman Mini

Pihak Korsel juga berkeinginan untuk bekerja sama dalam proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 4 rute Fatmawati-TMII. Rute ini hadir sesuai hasil kajian prastudi kelayakan (pre feasibility study) yang dilakukan PT MRT Jakarta pada tahun 2020.

PT MRT Jakarta sendiri saat ini sedang menawarkan pembangunan rute Fatmawati-TMII untuk dikerjasamakan dengan skema KPBU. Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pihaknya akan mulai melakukan market sounding dan pencarian dana tahun ini.

Pihaknya akan menawarkan paket-paket pembangunan MRT Jakarta rute Fatmawati-Taman Mini kepada swasta yang berminat untuk bekerja sama. Selain itu akan ada juga penerbitan obligasi untuk membiayai proyek ini.

Adapun proyek MRT Fatmawati-Taman ini ditaksir akan menelan biaya sebesar Rp 25-28 triliun. Rencananya proyek bisa dimulai 2022 dan selesai 2027.

"Pra feasibility study sudah dilakukan, feasibility study-nya akan kita lakukan tahun ini dan melakukan desain. MRT Fatmawati-TMII berdasarkan pre feasibility study diperkirakan sekitar Rp 25-28 triliun," ujar William dalam forum jurnalis virtual, Selasa (5/1/2021).

3. Infrastruktur Lainnya

Selain kedua rencana kerja sama tersebut, pertemuan juga membahas rencana proyek lainnya seperti pengembangan Bandar Udara Hang Nadim di Batam, hingga penggunaan mobil listrik.

Korsel juga tertarik untuk melakukan kerja sama dalam pengembangan jalur Kereta Api angkutan batubara di Sumatera bagian selatan, tepatnya di Lahat - Tarahan dan jalur Kereta Api di Kalimantan Tengah dengan rute Purukcahu-Bangkuang.

(hal/fdl)