Luhut Kirim Utusan Khusus, Bereskan Masalah di Tol Jabar dan Jateng

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 17 Jun 2021 12:03 WIB
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Progres pembebasan lahan dan konstruksi tol Cisumdawu disebut masih menemui sejumlah kendala. Karena itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menurunkan tim khusus untuk melihat hambatan di Cisumdawu, Semarang-Demak dan exit tol KIT Batang.

Selain itu Luhut juga membahas soal update progres pembebasan lahan dan konstruksi di tol Cisumdawu, isu tanah musnah di tol Semarang-Demak, dan mekanisme penyerahan tanah kepada PUPR di exit tol Kawasan Industri Terpadu (KIT) KIT Batang.

Untuk proses pembebasan lahan dan konstruksi tol Cisumdawu ada sejumlah lahan yang sudah bebas namun belum bisa dilakukan konstruksi. Luhut menginstruksikan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pendekatan dan penertiban lokasi.

Progres konstruksi pembebasan lahan pada seksi 1 Cileunyi-Rancakalong sudah mencapai 77,42 persen, seksi 2 Rancakalong-Sumedang 91,99%, seksi 3 Sumedang-Cimalaka 100%, seksi 4 Cimalaka-Legok 0%, seksi 5 Legok-Ujungjaya 0%, seksi 6A Ujungjaya-Dawuan 36,83% dan 6B sebanyak 11,84%.

Kemudian, pada lahan tol Cisumdawu tersebut terdapat overlapping kawasan hutan dengan tanah warga, tanah kas desa, dan tanah adat dan perizinan terkait lahan perhutani. "Perlu percepatan terkait kajian pemberian izin penggunaan kawasan hutan, mengingat target selesai konstruksi yang sudah ditetapkan," kata dia dalam keterangannya, Kamis (17/6/2021).

Dalam rakor disampaikan bahwa tanah wakaf dan tanah kas desa hingga saat ini belum bebas, karena proses penilaian yang telah dilakukan dianggap sudah outdated (dilakukan pada 2012), sehingga diperlukan diskusi lebih lanjut terkait ketentuan penilaian ulang.

Terkait perkembangan ruas tol Semarang-Demak telah menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan.

"Sebagai catatan, ruas Semarang-Demak ini juga menjadi perhatian presiden beberapa waktu lalu yang sudah melakukan kunjungan ke ruas Semarang-Demak, hingga sepatutnya isu tanah musnah ini bisa kita selesaikan secara cepat," jelas Luhut.

Kemudian, terkait perkembangan ruas tol Semarang-Demak telah menjadi perhatian presiden. Hasil kunjungan presiden pada 11 Juni 2021 lalu, bahwa perlunya tambahan lahan pembebasan di sisi dalam tanggul, karena berpotensi menjadi kering dan menjadi masalah ke depannya jika tidak dibebaskan. Lahan yang telah bebas sebanyak 960 dari 1.605 bidang atau 92,80 Ha dari 535,10 Ha (17,34%).

(kil/fdl)