Brantas Abipraya Perbaiki Jalan hingga Sekolah Akibat Badai di Kupang

Yudistira Imandiar - detikFinance
Selasa, 22 Jun 2021 16:31 WIB
Brantas Abipraya
Foto: Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) turut serta dalam proyek rehabilitasi Kota Kupang yang dihantam badai siklon tropis seroja pada April 2021 lalu. Brantas Abipraya mengerjakan perbaikan sejumlah fasilitas umum (fasum).

Brantas Abipraya merenovasi gedung-gedung non pendidikan dan pendidikan yang rusak dan hancur akibat bencana, menyediakan air bersih dengan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Brantas Abipraya juga membenahi infrastruktur jalan di Kupang melalui Proyek Tanggap Darurat.

"Ya kami sedang selesaikan pembenahan jalan nasional tepatnya di Jalan Batu Putih Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timur Tengah Selatan, agar cepat rampung dan lekas dapat dimanfaatkan bagi masyarakat. Selain itu ada renovasi 22 fasilitas Pemerintah dan non pendidikan yang mengalami kerusakan, juga 17 gedung pendidikan. Untuk SPAM, sudah kami selesaikan 1 SPAM, menyusul tiga lainnya," papar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Miftakhul Anas dalam keterangan tertulis, Selasa (22/6/2021).

Anas menambahkan dari 22 bangunan pemerintah dan fasilitas umum yang hancur karena badai siklon seroja, Brantas Abipraya telah merenovasi Kantor BPPW Kupang dan Gereja Katedral. Sementara itu, untuk bangunan lainnya seluruhnya ditargetkan selesai pada September tahun ini.

Selain itu, sebanyak 17 bangunan fasilitas pendidikan, yaitu bangunan-bangunan di kawasan Politeknik Negeri Kupang baru ditargetkan selesai Juli tahun ini, sedangkan kawasan Politeknik Negeri Kupang lama yang akan selesai pada Agustus 2021. Untuk kawasan Universitas Nusa Cendana, ditargetkan rampung pada September mendatang.

Brantas Abipraya juga membangun Sebanyak empat SPAM yang lokasinya berada di Kabupaten Rote Ndao, Kota Kupang dan di Timor Tengah Selatan.

Selain merusak banyak bangunan, lanjut Anas, badai siklon seroja juga mengakibatkan banyaknya daerah yang terisolasi. Hal ini dikarenakan banyaknya jalan yang rusak, bahkan terputus. Brantas Abipraya mendapatkan mandat dari Kementerian PUPR untuk membenahi jalan yang terisolir agar membuka akses roda dua maupun roda empat. Akses jalan merupakan hal krusial untuk mempercepat proses evakuasi dan mempermudah pendistribusian logistik.

Brantas Abipraya optimistis proyek pengerjaan jalanan yang dimulai pada 15 April 2021 ini dapat diselesaikan pada 15 Oktober 2021.

"Iya kami targetkan pengerjaan ini selesai tepat waktu. Kami akan fokus selesaikan dengan mengutamakan kualitas mutu, tepat waktu, pelayanan dan K3, agar masyarakat NTT dapat merasakan manfaatnya, dan rampungnya jalan ini juga dapat akses percepatan pembangunan Kupang dan sekitar," terang Anas.

(mul/hns)