Pandemi Belum Kelar, Proyek-proyek Ini Diincar BUMN

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 14:49 WIB
Pembangunan ruas tol Pulo Gebang-Kelapa Gading sepanjang 9,4 km saat ini masih terus dikebut. Yuk lihat progres terkininya.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah merusak sendi-sendi dunia usaha, termasuk sektor konstruksi. Banyak perusahaan konstruksi mengalami dampaknya, tak terkecuali BUMN.

Hal itu membuat para perusahaan konstruksi cenderung selektif dalam memilih proyek yang akan digarap. PT PP Tbk (PTPP) misalnya, mengaku lebih adaptif terhadap kondisi market saat ini dengan melakukan transformasi bisnis untuk meningkatkan performa bisnis jangka panjang. Proyek yang dipilih juga yang tidak terdampak pandemi, seperti gedung, jalan, dan jembatan.

"Upaya yang kami lakukan antara lain dengan fokus pada percepatan proyek potensial yang tidak terdampak pandemi, sambil tentunya tetap menjaga market share dan meningkatkan profitabilitas di segmen lain, seperti gedung, jalan dan jembatan. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk mendukung pemerintah dengan berpartisipasi aktif pada berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN)," kata Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk Novel Arsyad dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

PTPP juga terus melakukan ekspansi bisnis dan meningkatkan value melalui improvement pada sistem tender dan project planning serta perbaikan kualitas tender pada PSN. Selain itu, dilakukan beberapa program strategis antara lain cost reduction, menjaga likuiditas dengan cashflow leadership, implementasi teknologi untuk peningkatan performa biaya dan waktu proyek, sinergi BUMN, hingga ekspansi market khususnya pada PSN yang didorong oleh pemerintah.

Dalam bidang investasi, lanjut Novel, PTPP akan memfokuskan pada selective investment, di mana proyek-proyek investasi yang memiliki BEP cepat akan menjadi prioritas perusahaan saat ini.

"Selain itu, smart recycling asset akan difokuskan kepada proyek-proyek jalan tol yang telah diselesaikan pembangunannya dan memiliki profitabilitas yang baik. Hasil smart recycling asset akan digunakan kembali untuk membiayai proyek-proyek investasi berikutnya yang menurut kami memiliki nilai profitabilitas yang jauh lebih menguntungkan," jelas Novel.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2