PUPR Bangun Infrastruktur Pengendali Banjir di 3 Sungai Besar Bali

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Rabu, 30 Jun 2021 22:51 WIB
PUPR
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Bali-Penida tengah melakukan pembangunan prasarana pengendali banjir. Pembangunan ini dilakukan pada tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Bali, yakni di Tukad Unda Klungkung, Tukad Badung, dan Tukad Ayung di Denpasar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan program penataan dan normalisasi sungai tersebut akan memberikan manfaat dalam mengurangi risiko bencana banjir di tiga DAS besar di Bali. Terlebih, ketiga DAS ini juga menjadi salah satu pusat kegiatan pariwisata internasional Bali.

Basuki mengungkap perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Ia menambahkan, pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau serta pola hujan dengan durasi pendek namun intensitasnya tinggi kerap kali mengakibatkan banjir.

"Saya mengajak semua pihak untuk menjaga daerah tangkapan air melalui penghijauan kembali dan menahan laju alih fungsi lahan," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Selasa (29/6/2021).

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Maryadi Utama mengatakan perlunya sinergi antara BWS Bali-Penida, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten. Sinergi ini dibutuhkan terkait pengendalian banjir aliran lahar dingin yang sering terjadi di DAS Tukad Unda. banjir ini merupakan permasalahan akibat adanya lahan yang terdampak pada saat erupsi Gunung Agung.

"Rencana pekerjaan utama yang dilakukan terdiri dari pembangunan Tanggul Tukad Yeh Sah, Cek Dam Tukad Yeh Sah, Tanggul Tukad Unda, Tanggul Penampang Ganda Tukad Unda, dan Pekerjaan Jetty," jelas Maryadi.

Ia mengungkap pekerjaan pembangunan ini dilaksanakan oleh PT Nindya Karya dan PT Bina Nusa Lestari (KSO) dengan kontrak senilai Rp 234 miliar. Pembangunan ini juga melibatkan Konsultan Supervisi PT Catur Bina Guna Persada KSO, PT Multimera Harapan, dan PT Laras Sembada dengan nilai kontrak Rp 6,5 miliar.

Maryadi menyebutkan pembangunan dimulai pada 28 Agustus 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2022 melalui sistem kontrak tahun jamak. Selain di Tukad Unda, lanjut Maryadi, saat ini juga tengah dilakukan pembangunan sarana pengendali banjir di sepanjang Tukad Badung, tepatnya di Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar. Menurutnya, tingginya curah hujan di bagian hulu mengakibatkan longsoran di beberapa tebing di sepanjang Tukad Badung.

Ia pun menyebutkan longsoran ini terjadi salah satunya di SD 6 Ubung. Menurutnya, kondisi ini sangat membahayakan keberadaan gedung dan siswa di sekolah tersebut. Untuk itu, dilakukan penanganan teknis berupa tindakan memperkuat tebing sungai dengan struktur beton bertulang sepanjang 56 meter (m) setinggi 15,3 m.

Selain itu, dilakukan juga pasangan batu kali dengan struktur frame beton sepanjang 144 m, serta pekerjaan groundsill dengan lebar 9,12 m. Maryadi menjelaskan pembangunan ini dilaksanakan oleh kontraktor PT Bangun Mulya Tan Abadi dengan nilai kontrak Rp 3,1 miliar dan saat ini progresnya telah mencapai 34,59%.

Ia juga menerangkan saat ini di Kota Denpasar tengah dibangun prasarana pengendali banjir di Tukad Ayung, sungai yang terletak di wilayah Kota Denpasar, Bali. Ia mengatakan, banjir yang terjadi hampir setiap tahun mengakibatkan tebing mengalami kerusakan, sehingga perlu mendapat penanganan segera untuk menghindari meluasnya kerusakan tanggul. Menurutnya, kerusakan tanggul dapat berakibat pada melimpasnya aliran banjir ke pemukiman penduduk maupun ke daerah pertanian.

Oleh karena itu, dilakukan penanganan teknis berupa tindakan memperkuat tebing sungai dengan pasangan batu kali berstruktur frame beton sepanjang 55 m setinggi 7,5 m dan pasangan batu kali dengan struktur frame beton sepanjang 55 m setinggi 5 m. Pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT Putra Mas Indah Baroe dengan nilai kontrak Rp 2,8 miliar dan kini progresnya mencapai 45,24%.

(akn/hns)