WN Jepang yang Tinggalkan RI Ada yang Kerja di Shimizu, untuk Proyek MRT?

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 16 Jul 2021 11:36 WIB
Progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 16,56. Rute MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga ke Kota Tua ini ditargetkan rampung pada Agustus 2027.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Warga Jepang ramai-ramai meninggalkan Indonesia karena lonjakan kasus COVID-19 yang meningkat tajam. Melansir Kyodonews, pada Rabu (14/7) ada sekitar 50 ekspatriat yang bekerja di perusahaan Jepang Shimizu Corp bersama anggota keluarganya dipulangkan dengan menggunakan pesawat All Nippon Airways.

Salah satu proyek besar yang dikerjakan Shimizu di Jakarta adalah fase II MRT Jakarta. Shimizu bersama Adhi Karya merupakan kontraktor untuk sejumlah paket pengerjaan di MRT Jakarta fase II Bundaran HI-Kota.

Lalu apakah para pekerjanya juga ikut pulang kampung?

Plt Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Ahmad Pratomo mengatakan, ekspatriat Jepang yang bekerja di MRT tidak dipulangkan dan melanjutkan pekerjaannya di Indonesia.

"Terkait kebijakan itu, itu sifatnya menawarkan, tidak mengharuskan. Adapun dari 26 warga negara Jepang yang saat ini terlihat di fase 2 MRT Jakarta, tidak ikut dipulangkan, masih tetap stay di sini," kata Tomo, sapaan akrabnya saat dihubungi detikcom, Jumat (16/7/2021).

Lebih lanjut, karena tidak kekurangan personil dalam proses penyelesaian proyek maka pembangunan MRT Jakarta pun sejauh ini tak mengalami hambatan. "Tidak ada (hambatan) dan tidak terpengaruh dengan kebijakan Kedubes Jepang ini," ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, saat ini pengerjaan konstruksi MRT fase 2A paket kontrak 201 (CP201) per 25 Juni 2021 telah mencapai 18,5%. Secara keseluruhan pembangunan proyek CP201 Bundaran HI-Harmoni saat ini mencakup pembangunan terowongan bawah tanah sepanjang 2.677 meter dan pembangunan dua stasiun, yakni Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas.

Seperti diketahui, warga Jepang ramai-ramai meninggalkan Indonesia di tengah lonjakan jumlah kasus Corona untuk menjalani vaksinasi di negeri asalnya. Menurut Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, setidaknya 330 warga negara Jepang di Indonesia telah tertular virus pada Rabu, 14 di antaranya telah meninggal.

Kedubes Jepang di Jakarta sedang mengupayakan penerbangan tambahan untuk memulangkan warganya. Mengutip Kyodo, ada dua jenis penerbangan yang disediakan yaitu Japan Airlines dan All Nippon Airways. Warga Jepang yang ada di Indonesia dibebaskan untuk memilih menggunakan maskapai tersebut.

(eds/eds)