Luhut Sebut RI Sudah Rugi Rp 1.000 T Gara-gara Banjir Rob

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 14:44 WIB
Banjir rob menerjang Pelabuhan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (28/5). Banjir rob tak menyurutkan semangat pekerja pelabuhan.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara mengenai dampak perubahan iklim di Indonesia. Salah satu dampaknya adalah fenomena banjir rob yang banyak terjadi di wilayah pesisir Indonesia, tak terkecuali Jakarta.

Luhut mengatakan dalam kurun waktu 20 tahun saja, Indonesia rugi Rp 1.000 triliun karena dampak banjir rob. Untuk mencegahnya pemerintah bisa melakukan pembangunan tanggul laut, di Jakarta saja biaya mencapai Rp 200 triliun.

"Biaya pembuatan tanggul di Jakarta dapat mencapai Rp 200 triliun," ungkap Luhut dalam Rakorbangnas BMKG 2021, Kamis (29/7/2021).

Dia mengatakan efek banjir rob juga diperparah dengan adanya fenomena penurunan muka tanah di berbagai wilayah pulau Jawa. Hal ini menurutnya banyak terjadi di kawasan pesisir utara pulau Jawa, salah satunya Jakarta.

"Adanya banjir rob juga diperparah dengan fenomena penurunan muka tanah yang terjadi di pesisir utara Jawa. Mulai dari Jakarta, Pekalongan, Semarang, dan demak," ungkap Luhut.

Dia memaparkan efek dari banjir rob di sekitar 112 kota pesisir di Indonesia mencapai Rp 1.000 triliun. Uang sebesar itu menurutnya digunakan untuk membuat tanggul pantai laut hingga biaya relokasi bangunan di pinggir laut.

"Selama 20 tahun, potensi kerugian ditaksir melebihi Rp 1.000 triliun. Biaya tersebut harus dikeluarkan untuk membuat tanggul pantai laut, peninggian infrastruktur dan bangunan pesisir, dan biaya relokasi," ungkap Luhut.

Simak juga video 'Luhut Sebut Butuh Rp 200 T untuk Bangun Tanggul di Pesisir Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/dna)